Rob Meninggi, Ratusan Warga Mengungsi

oleh
oleh

PEKALONGAN – Banjir rob akibat gelombang tinggi air laut merendam ratusan rumah warga di Kota Pekalongan, sejak Senin (1/6) malam. Sedikitnya 150 warga harus mengungsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Sasmita mengatakan, hingga Senin malam, ketinggian banjir rob terus bertambah sehingga warga yang rumahnya terendam banjir harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

“Jumlah warga yang mengungsi sekitar 150 orang. Jumlah tersebut masih sementara dan kemungkinan akan terus bertambah karena banjir belum juga surut,” ujarnya, Selasa (2/6).

INFO lain :  Catherine Wilson Ditangkap Polisi Karena Narkoba

Warga dievakuasi oleh petugas gabungan BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI) dari sejumlah kelurahan yang berada di Kecamatan Pekalongan Utara. Mereka sementara mengungi ke musala Al Aqsa, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara.

“Kalau banjir rob meluas dan jumlah pengungsi semakin banyak, mereka akan dipindahkan ke Gedung Olahraga Jetayu, Kota Pekalongan. Tempatnya sudah kami siapkan,” sebutnya.

INFO lain :  Pengecer Togel di Pekalongan Ditangkap

Banjir rob mulai terjadi sejak Minggu (31/5) malam dan terus meluas Senin. Berdasarkan data Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan, terdapat ratusan rumah di 12 kelurahan yang terendam banjir. Terdiri dari tujuh kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara, tiga kelurahan di Kecamatan Pekalongan Barat dan dua kelurahan di Kecamatan Pekalongan Timur.

INFO lain :  Dokter RSUD Brebes Tuntut Tranparansi Keuangan Jasa Pelayanan

Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan di antaranya di Jalan Patiunus, Jalan Semarang, Jalan Surabaya dan Jalan Pelabuhan Ratu. Ketinggian air berkisar lima hingga 20 sentimeter. Sejumlah warung yang berada di pesisir Pantai Sari, Kecamatan Pekalongan Utara juga rusak diterjang ombak. (mht)