JEPARA – Aparat Polres Jepara masih memeriksa sedikitnya 10 orang saksi terkait kasus dugaan pembunuhan seorang gadis remaja di Kecamatan Kedung, Jepara.
Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto diwakili Kasat Reskrim AKP Djohan Andika mengatakan, hingga kini pihaknya, masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan tersebut.
“Untuk sementara ada 8-10 saksi yang kami mintai keterangannya,” katanya, Jumat (15/5).
Selain memeriksa saksi, kata dia, polisi memeriksa pelakunya untuk dilakukan penyelidikan, menyusul meninggalnya Sintya Wulandari asal Desa Dongos pada Rabu (13/5) sore, dinilai meninggal secara tidak wajar.
Polres Jepara juga tengah menunggu hasil autopsi jenazah korban oleh tim Dokkes Polda Jawa Tengah.
Hasil autopsi tersebut juga untuk mengungkap penyebab meninggalnya korban.
Sebelumnya, korban ditemukan di dalam kamar rumahnya, mengalami pendarahan di bagian mulutnya.
Untuk hasil autopsi, kata dia, belum bisa dipastikan, sedangkan pihak Dokkes Polda menyebutkan diupayakan secepatnya.
Dugaan sementara, kata dia, meninggalnya korban mengarah dugaan pembunuhan, meskipun untuk memastikannya harus menunggu hasil autopsi serta hasil penyelidikan.
Terkait dugaan perampokan, dia mengakui, belum bisa memastikan meskipun sepeda motor dan telepon korban tidak ada, namun sejumlah barang berharga lainnya masih ada.
Saat ditemukan korban masih memakai rok yang biasa dipakai untuk shalat pada Rabu (13/5) pukul 16.30 WIB.
Adapun saksi yang mengetahui korban meninggal, merupakan kakak korban yang mengetahui adiknya tergeletak di lantai dalam kondisi meninggal.(mht)
















