KLATEN – Pemkab Klaten menyikapi secara serius penanganan Covid-19 dengan menyiapkan anggaran Rp10 miliar, khususnya pemenuhan kebutuhan alat pelindung diri (APD) yang dipandang mendesak.
Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan, apabila nanti dana yang disiapkan tersebut dirasa masih kurang, pemerintah telah menyiapkan alternatif melalui mekanisme pergeseran anggaran.
Salah satunya, anggaran untuk setiap kecamatan terkait kegiatan ramadan seperti ngabuburit, tarling, dan sebagainya. Nantinya, anggaran kegiatan tersebut dapat dialokasikan untuk penanganan Covid-19 di masing-masing kecamatan.
“Saat ini, dana tersebut sudah dalam proses pencairan sehingga dalam waktu dekat ini dapat segera digunaka,” katanya, Senin (6/4).
Dijelaskan Sri Mulyani, dana Rp10 miliar tersebut salah satunya akan digunakan untuk keperluan pengadaan APD bagi petugas medis maupun paramedis di rumah sakit dan puskesmas.
“APD bagi seluruh medis dan paramedis nanti yang dirasa masih kurang atau sangat terbatas, akan kami proses pengadaannya. Tentunya keamanan dan ketenangan para petugas ini dapat terjamin sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik ke depannya. Prosesnya harus sesuai aturan agar tidak terjadi permasalahan di lain waktu,” ujarnya.
Terkait dengan kesiapan rumah sakit, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten, Ronny Roekmito menyebutkan bahwa Bupati dan Forkompimda telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh rumah sakit di Kabupaten Klaten. Seluruh rumah sakit di Kabupaten Klaten telah di instruksikan untuk menyiapkan ruang isolasi penanganan pasien Covid-19.
“Kemudian juga APD baik untuk medis dan paramedis saat ini sulit ditemui. Harap bersabar karena Pemkab Klaten sedang berupaya menyediakan APD. Sudah diinstruksikan Bupati Klaten bahwa nantinya APD itu akan diberikan kepada rumah sakit baik itu negeri maupun swasta di Kabupaten Klaten yang membutuhkan,” terangnya.(mht)















