SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak malah mudik di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.
Data yang dia terima kenaikan signifikan kasus Covid-19 di wilayahnya diduga akibat kiriman dari warga yang datang dari luar daerah.
“Bapak ibu mohon maaf kalau saya semakin keras mengingatkan panjenengan. Ini semua tidak lepas dari peningkatan virus corona di Jawa Tengah yang sangat cepat,” katanya, Sabtu (28/3).
Ganjar menyebutkan, dalam 3 hari pasien terkonfirmasi positif melonjak dari 19 orang menjadi 40 orang.
Ganjar pun prihatin, karema sejauh ini sudah ada 6 orang yang meninggal dunia di Jawa Tengah akibat Covid-19. Sementara jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) naik drastis hingga 3.638 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 294 orang.
“Kalau panjenengan sayang sama keluarga di kampung, jika panjenengan pengen keluarga tetap sehat dan selamat, urungkan niat untuk pulang kampung. Tidak usah pulang kampung,” sebutnya.
Bagi seluruh masyarakat yang ada di Jakarta, lanjut Ganjar, diharapkan dapat bijaksana dengan berdiam diri di rumah. Bukan saatnya mengabaikan dan meremehkan penyebaran Covid-19 dengan tetap melancong ke wilayah lain.
“Bapak ibu yang ada di Jakarta, anda tahu tentu saja Ibu Kota adalah zona merah corona. Kita tidak tahu siapa yang sudah terpapar. Mungkin saya, anda, teman, atau keluarga kita. Artinya bapak ibu mungkin saja sudah tertular, sudah positif corona, tapi tidak mengetahuinya,” tegasnya. (mht)















