Tegal – Hari kedua pelaksanaan pembongkaran kios komplek Taman Pancasila Kota Tegal, Jawa Tengah oleh Pemerintah Kota Tegal dan PT KAI semakin memanas.
Seorang wanita, Yuliani (45) nekat naik tower komunikasi milik PT KAI setinggi 50 meter, protes usai kiosnya dibongkar, Selasa (3/3/2020).
Meski suaminya, Syahin alias Udin (50) membujuk, ia tetap tak bergembing. Hampir 3 jam Yuliani bertaham di atas tower. Iameminta kejelasan nasibnya bersama pedagang lainnya menuntut relokasi layak.
Bujukan suami maupun Ketua organisasi Pedagang (Orpeta) Edi Bongkar tidak membuahkan hasil. Edi Bongkar bahkan sempat naik ke atas membawakan air minum dan handy talky (HT) untuk komunikasi.
Sekitar 12.20 posisi Yuliani akhirnya mau turun sekitar 25 meter ke bawah didampingi suami dan Edi Bongkar. Itu terjadi usai Walikota Tegal, Dedy Yon Supriono memintanya turun lewat pengeras suara dan HT.
Usai istirahat di ketinggian 25 meter, Yuliani bersama Edi Bongkar turun dari tower.
“Saya minta Bapak janji, agar penuhi permintaan kami. Tolong bapak janji pak,” kata Yuliani sambil menangis.
Saat turun, Yuliani disambut oleh petugas, kekuarga dan walikota. Dengan menggunakan ambulance Yuliani langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah.
Yuliani saat diperiksa petugas medis.
Satu hari sebelumnya, Senin (2/3/2020), sambil menggandeng putranya yang masih balita, Yuliani lantang meghadang alat berat saat hendak menghancurkan kiosnya.
“Sambil berteriak, kalau mau memajukan ekonomi, memajukan masyarakatnya, memajukan kotanya kami dukung, kami tidak anti pembangunan. Tapi diurusi dong rakyat yang kaya gini, mau makan apa? Pembangunan bisa ditunda tapi kami makan tidak bisa ditunda. Kami sudah berbukan-bulan tidak jualan. Tidak ada sosialisasi. Bilang sama Gubernur, kami tidak butuh Walikota,” kata Yuliani dengan geram.nin

















