Pekalongan – Jelang memperingati hari buruh sedunia tahun 2018, kesiapan buruh telah dilakukan. Sementara pihak kepolisian sendiri juga tengah melakukan antisipasi kejadian yang tidak diinginkan pada pelaksanaannya 1 Mendatang.
Terkait hal itu Rapat Koordinasi (Rakor) antara Polres Pekalongan digelar bersama Serikat Pekerja Nasional (SPN) se-Kabupaten Pekalongan, Rabu (18/4/2018). Kegiatan dilaksanakan di aula Mapolres Pekalongan dihadiri Wakapolres Kompol Joko Watoro, Asisten I Sekda Kabupaten Pekalongan, Kabid Hubungan Industrial Ketenagakerjaan Dinas PM PTSP dan Naker Kabupaten Pekalongan.
Pengurus DPC SPN, pengurus PSP SPN, pengurus DPD FKSPN (Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional), pengurus PUK KSPN dan ketua DPC SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ) Kabupaten Pekalongan.
Dalam rapat, pemerintah menyatakan mendukung kegiatan rencana aksi yang akan dilakukan serikat buruh, karena itu sebagai hak. Namun diharapkan hal itu sesuai dengan aturan yang berlaku.
Tanggal 1 Mei merupakan salah satu momen mengekpresikan menuntut target -target dari para buruh. Direncanakan berbagai organisasi buruh akan turun menggelar aksi. Pemerintah Kabupaten juga berharap peringatan May Day dilaksanakan secara positif.
Kompol Joko Watoro mengatakan, peringatan hari buruh dilakukan dengan kegiatan positif dan bermakna bagi masyarakat.
“Situasi di wilayah Kabupaten Pekalongan sangat kondusif dan hubungan antara pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja juga sangat bagus. Setiap ada permasalahan dapat diselesaikan secara internal. Oleh karena itu mari kita pertahankan dan menjaga situasi agar tetap kondusif, ” kata dia.
Pihaknya menambahkan, perlunya dukungan moril dan materiil dari pihak perusahaan atau Apindo agar hubungan dan rasa kekeluargaan pengusaha serta buruh terjalin baik. Dalam acara tersebut juga dilaksanakan penandatangan kesepakatan bersama antara Pemerintah daerah Kabupaten Pekalongan, Polres dan serikat pekerja. (edi)
















