Jalan Penghubung Desa Ambles Setengah Meter

oleh
oleh

BATANG – Bupati Batang Wihaji meninjau patahan tanah akibat penurunan struktur tanah yang berada di Desa Jolosekti, Kecamatan Tulis, Jumat (21/2).


Akibat penurunan struktur tanah tersebut jalan penghubung Desa Jolosekti ke Desa Manggis sempat tidak bisa dilalui. Penurunan tanah juga terjadi disekitar hingga mencapai hektaran sawah.


“Saya kemarin juga sudah perintahkan jajaran muspika dan masyarakat melaksanakan kerja bakti agar jalan bisa dilewati kembali, karena penurunanya sampai 50 cm,” kata Bupati Wihaji.


Untuk meminimalisir terjadinya lagi lanjutnya, masyarakat untuk berhati hati dan waspada.

INFO lain :  Nomor HK Bikin Pemasang Keluar Rumah

Pemkab melakukan antisipasi yang dugaan awal adanya sesar minor. Namun Pemkab telah mendatangkan tenga ahlinya dari Pemerintah provinsi Jawa Tengah.


“Oleh karena itu, tenaga ahli dari Pemprov untuk mengecek dan analisa sasar mayornya dimana, agar masyarakat bisa antisipasi dan bersiap-siap apabila terjadi lagi,” jelas Wihaji.


Bupati juga memastikan untuk secepatnya melakukan perbaikan jalan yang sementara ditambal dan yang penting-penting dulu, sambil menunggu hasil dari analisa dan kajian.


Sementara itu, Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Serayu Utara Provinsi Jawa Tengah Primasto mengatakan, untuk melihat secara teknik harus melihat peta regionalnya mengetahui patahan mayornya.

INFO lain :  Warga Wonogiri Gantung Diri di Pohon Cengkeh Samping Rumahnya


“Namanya patahan itu dari alamnya karena ada beberapa wilayah yang memiliki patahan, bukan karena hujan tapi karena pengaruh tektonik,” kata Primasto.


Langkah antisipasi untuk meminimalisir nya masyarakat harus di berikan edukasi, kalau tinggal di daerah patahan harus melakukan langkah-langkah antisipasinya.


“Ketika sudah terjadi patah jangan diurug dengan tanah sembarangan, karena ketika terjadi hujan airnya menyerap sehingga terjadi longsor, tapi diurug dengan tanah lempung karena sifat tanahnya tidak menyerap air,” jelas Primasto.

INFO lain :  Anggaran Pengadaan Vaksin Corona 2021 Tembus Rp60,5 Triliun


Pihak ESDM juga akan melakukam kajian dengan melihat sesar mayornya melalui peta regionalnya. Sehingga diketahui apakah bisa terjadi patahan yang berkelanjutan.


“Kita masih butuh waktu untuk menganalisa pola patahan, kalau melihat lapangan tidak bisa melihat titik kordinatnya serta arah patahanya kemana,” katanya.


Ia juga mengatakan hasil dari analisa paling lambat dua minggu dan akan di laporkan ke Bupati dan bagaimana cara mengantisipasinya.(mht)