SUKOHARJO – Mulai bulan Februari 2020 perlintasan kereta api Purwosari, Solo akan ditutup total selama pembangunan flyover atau jalan layang.
Kendaraan besar dari arah Wonogiri akan dialihkan lewat Sukoharjo, yakni di Baki dan Makamhaji. Sementara itu untuk angkutan berat mulai diarahkan sebelum masuk Solo bisa lewat Langenharjo-Jalan Djlopo-Baki-Pakis arah Klaten.
“Beberapa arus kendaraan menuju dan keluar dari kota Solo tentu saja mengalami beberapa perubahan dengan adanya penutupam perlintasan ini,” ujar Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan Dishub Sukoharjo, Ahmad Saryono, Jumat (17/1).
Seperti diketahui jalan perlintasan ini yang merupakan kawasan ujung barat Jalan Slamet Riyadi adalah merupakan sumbu utama kota Surakarta. Sehingga mengakibatkan konsekuensi pengalihan arus lalulintas yang bersinggungan dengan beberapa wilayah di sekitar yang berbatasan dengan wilayah Sukoharjo dalam hal ini meliputi wilayah Baki, Gatak, Grogol dan Kartasura.
Direncanakan untuk kendaraan kecil dan sebagian truk ke arah Semarang dapat menggunakan Jalan dr Radjiman Solo menuju Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. “Ini juga merupakan solusi kemacetan di Baki-Pakis,” katanya.
Karena kendaraan besar dialihkan semua ke Baki, maka limpahan akibat kemacetan di sana bisa menggunakan jalur Makamhaji. “Setelah melintasi Makamhaji, kendaraan diarahkan memutar balik jika ingin kembali ke timur, disiapkan simpang Gembongan Kartasura sebagai titik putar balik,” bebernya.
Dijelaskan Ahmad, rekayasa arus lalu lintas (lalin) sudah dimulai di simpang patung jamu batas kota Bulakrejo. Dari Bulakrejo tersebut, sebanyak 13 rambu penunjuk arah sudah akan dipasang disepanjang jalur pengalihan arus. Rambu-rambu yang dipasang antara lain rambu pemisahan jalur kendaraan pribadi, alat angkut berat dan bus antar kota antar provinsi (AKAP) maupun bus pariwisata.(mht)















