Pergelaran Atraksi Prajurit Keraton Diharap  Tarik Wisatawan Solo

oleh

Solo – Kota Solo berupaya menarik banyak wisatawan melalui pergelaran atraksi prajurit Keraton Kasunanan Surakarta dengan prajurit atraksi dari Pemerintah Kota Surakarta.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Surakarta Aryo Widyandoko di Solo, Jumat (5/11/2021) mengatakan atraksi tersebut terbagi dalam dua bagian, yakni prajurit dari keraton dan prajurit kreasi. Ia mengatakan keduanya nanti dipadukan dengan diiringi oleh kelompok drumband.

“Sebetulnya atraksi ini sudah digelar lima kali, namun untuk peluncuran dilakukan Sabtu (6/11) besok. Harapannya ini bisa menjadi event mingguan yang diselenggarakan setiap hari Sabtu. Bagus lagi kalau ada kuda, kereta kencana,” katanya.

Senada, Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Jawa Tengah Daryono berharap event tersebut tidak berhenti di bulan Desember.

“Di Buckingham Palace (Kerajaan Inggris) atraksi ini dilakukan setiap hari dan laku keras. Atraksi budaya ini menjadi salah satu daya tarik wisata,” katanya.

Ia mengatakan jika event tersebut diselenggarakan secara rutin diharapkan paling tidak bisa menahan wisatawan minimum satu malam untuk berada di Solo.

“Ini juga bisa menjadi culture program, yang sebetulnya tidak cukup dikemas 1-10 hari, namun bisa sampai satu bulan. Ada batik, wayang, gamelan,” katanya.

Ia juga mendorong kegiatan tersebut agar mampu menjadi momentum daya tarik wisata di Kota Solo sehingga bisa berkembang. Dengan demikian, nantinya ia akan mengundang hotel dan travel untuk bisa menjadi bagian dari acara budaya tersebut.

Sementara itu, perwakilan dari Keraton Kasunanan Surakarta KGPHA Dipokusumo mengatakan dalam atraksi tersebut akan menggunakan standar model prajurit yang sudah berjalan selama ini.

“Ditambah kreasi baru, termasuk formasinya seperti struktur gerakan prajurit dan jumlah prajuritnya, seperti Garudo Mayang atau Supit Urang kan prajuritnya harus formasi banyak,” katanya.

Ia mengatakan nantinya pada atraksi tersebut akan melibatkan ratusan prajurit baik dari Keraton Solo maupun dari Pemkot Surakarta. Beberapa prajurit tersebut di antaranya dari Prajurit Joyosuro, Ngarso Kedaton, Margo Utomo, Sorogeni, dan Nayoko Projo.

Sumber Antara