PEKALONGAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan mencatat, volume sampah di kota tersebut mencapai 140 ton per hari. Karenanya, berbagai upaya terus dilakukan untuk mengurangi volume sampah tersebut.
Kepala DLH Kota Pekalongan Purwanti mengatakan, mayoritas sampah yang berasal dari rumah tangga. “Karena itu, kita optimalkan bank sampah dan empat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS-3R) untuk mereduksi sampah di tingkat hulu,” ujarnya, Kamis (16/1).
Menurut Purwanti, melalui program ini terbukti efektif mampu mengurangi beban atau volume sampah yang terkirim di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga masyarakat juga tergugah kesadarannya dalam mengelola sampah.
“Kita juga terus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan pengolahan sampah,” jelasnya.
Menurutnya, jika kesadaran akan kebersihan dan pengelolaan sampah sudah baik, tentu nantinya volume sampah akan bisa berkurang. Untuk Bank Sampah Induk Kota Pekalongan sendiri letaknya di Kelurahan Kuripan Kertoharjo, sedangkan total bank sampah yang telah terbentuk saat ini dibawah naungannya hingga tingkat RW sebanyak 54 unit.
“Namun yang berjalan hanya 50 persen, ditambah dari komunitas atau organisasi masyarakat yang peduli lingkungan, kelurahan dan sekolah,” tutur Purwanti.
Purwanti menambahkan gerakan pilah sampah dari rumah bisa mulai digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat memilah sampah rumah tangga.
Diantaranya sampah organik dan yang bisa didaur ulang dan sudah dipilah oleh masyarakat, akan dikumpulkan ke bank-bank sampah.
“Di sana, sampah bernilai ekonomi seperti botol plastik, kardus dan lain-lain bisa dijual,” bebernya.
Sedangkan untuk keberadaan TPS-3R di Kota Pekalongan telah digagas sebanyak 21 tempat yang didalamnya juga terdapat proses pemilahan sampah.
Jika program TPS 3R yang terdapat di pemukiman warga bukan hanya sekedar tempat pembuangan sementara tetapi juga mengubah sampah menjadi kompos.
“Selama edukasi pemilahan sampah ini belum berhasil dilakukan masyarakat, beban TPA akan semakin berat,” katanya.
Atas dasar itu, lanjutnya, pengoptimalan keberadaan Bank Sampah dan TPS-3R ini harus terus disuarakan.
“Meski tidak seutuhnya karena tetap akan ada sisa (residu) yang masuk ke TPA, paling tidak beban sampah di TPA ini akan ringan,” tandasnya. (mht)
















