BLORA – Pemkab Blora terus memetakan berbagai potensi ancaman bencana memasuki musim penghujan ini.
Apalagi, Kabupaten Blora memiliki wilayah yang sebagian besar merupakan hutan dan merupakan daerah Aliran Sungai Bengawan Solo. Sehingga hal itu tidak menutup kemungkinan akan berdampak terjadinya bencana alam seperti banjir, angin puting beliung, dan pohon tumbang.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Hanung Murdaka membeberkan bahwa BPBD sudah siap siaga untuk antisipasi bencana alam.
“Beberapa waktu lalu telah melaksanakan apel siaga dan simulasi penanganan bencana alam di Kecamatan Banjarejo,” ujarnya, Selasa (7/1).
BPBD Blora juga telah menyiapkan Posko siaga banjir di tingkat kecamatan diseluruh Kabupaten Blora.
“Untuk antisipasi banjir, telah kami siapkan posko banjir di tiap kecamatan,” ucap Hanung.
Hanung menambahkan bahwa BPBD sudah punya mapping lokasi rawan banjir di wilayah Kabupaten Blora, namun demikian untuk kerawanan angin puting beliung tidak bisa terdeteksi.
“Untuk kerawanan banjir telah kita mapping dan anggota posko siaga banjir telah siap, namun untuk mapping angin, diluar prediksi kami,” beber Hanung.
Kapolres Blora AKBP Antonius Anang telah menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan melibatkan stakeholder yang ada di Kabupaten Blora.
Instasi yang ikut dalam Rakor tersebut yakni TNI, BPBD Blora, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Kabupaten Blora, serta para Pejabat Utama Polres Blora.
Kapolres mengatakan, rakor itu bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang cara bertindak, apabila terjadi bencana alam di Kabupaten Blora.
“Kami mengharapkan adanya sinergitas antar instansi terkait, dalam menangani dan menanggulangi apabila terjadi bencana alam di daerah kita,” ujarnya.
Kapolres membeberkan bahwa penanggulangan bencana adalah tugas bersama, untuk melindungi masyarakat Kabupaten Blora jika terjadi bencana.
“Ini adalah tugas bersama, mari kita persiapkan segala sesuatunya untuk antisipasi bila terjadi bencana,” tandas Kapolres.
Kapolres membeberkan bahwa kerawanan yang mungkin terjadi di wilayah Kabupaten Blora adalah Banjir Bengawan Solo, serta angin puting beliung, dan pohon tumbang.
Untuk antisipasi kerawanan tersebut, Kapolres telah memerintahkan jajarannya agar selalu memantau debit air bengawan Solo, serta patroli dengan menyiapkan senso (gergaji mesin) sehingga jika ditemukan pohon tumbang bisa di potong dan segera di evakuasi.
Dandim 0721/Blora Letkol Ali Mahmudi menekankan bahwa TNI dan Polri akan bahu membahu bersama instansi terkait jika terjadi bencana alam di Blora.
“Kami bersama Polri akan bahu membahu bersama instansi terkait untuk menanggulangi jika terjadi bencana,” ucap Dandim. (mht)















