
PEKALONGAN – Epidemi HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan melajunya cukup lumayan cepat. Tercatat sejak 2015 hingga September 2019 terdapat 394 kasus yang terdiri 211 kasus HIV dan AIDS 183 kasus, serta 183 kasus meninggal dunia.
“Oleh karena itu, kita diingatkan bahwa HIV/AIDS maupun Narkoba menjadi tantangan dan menentukan masa depan bangsa, sehingga kita harus mencegah kedua hal tersebut,” kata wakil bupati Pekalongan Arini Harimurti, Rabu (5/12).
Arini mengatakan berdasarkan data yang ada, kasus HIV/AIDS banyak terjadi pada usia produktif 15 sampai 34 tahun sehingga mengancam produktivitas dan kualitas SDM.
Sementara jika dilihat jenis pekerjaan menunjukkan bahwa ibu rumah tangga berada pada posisi pertama.
“Kemudian disusul wiraswasta, sehingga menunjukkan epidemic HIV/AIDS mulai memasuki masyarakat dan dikhawatirkan berdampak pada penularan HIV/AIDS dari ibu dan anak,” bebernya.
Pemkab Pekalongan juga .engajak seluruh pihak bersinergi menanggulangi HIV/AIDS karena permasalahan tersebut tidak mungkin hanya dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah.
“Tanpa peran dari masyarakat tidak akan bisa ditangggulangi masalah HIV/AIDS,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Wawan Dwiantoro mengatakan berbagai program dilakukan untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah dan penanggulangan HIV/AIDS.
“Yakni untuk mewujudkan 3 Zero pada tahun 2030 yakni Zero New HIV Infection, Zero AIDS Related Death dan Zero Discrimination,” tandasnya. (mht)















