INFOPlus – Saat olahraga, serangan jantung memiliki fase atau tingkatan yang bisa diperhatikan dengan saksama. Dengan mengetahui fase ini, seseorang bisa menyelamatkan dirinya sendiri saat kondisi mematikan ini akan terjadi. Berikut fase serangan jantung saat olahraga:
1. Nyeri dada
Ini adalah tanda pertama dan paling mudah untuk dikenali. Rasa nyeri biasanya terjadi di dada sebelah kiri, dan terasa seperti ditekan dengan kuat. Jika kondisi ini terjadi saat sedang olahraga, segera hentikan aktivitas dan bawa diri ke pusat kesehatan terdekat.
“Nyeri dada itu dianggap salah satu tanda di mana pembuluh darah pada permukaan jantung terjadi penyempitan,” ujar dr. Nabila Viera Yovita.
2. Sulit bernapas
Fase selanjutnya adalah kesulitan bernapas. Ini karena nyeri dada yang terjadi akibat serangan jantung akan terasa seperti ditindih benda yang sangat berat.
“Sulit bernapas bisa terjadi akibat efek dari nyeri di dada. Biasanya dada terasa seperti tertekan atau ditindih oleh sesuatu yang berat. Jika sudah sampai pada tahap ini, sebaiknya hentikan aktivitas olahraga yang sedang dilakukan,” kata dr. Nabila.
3. Rasa sakit menjalar ke lengan dan punggung
Rasa sakit ini cukup khas sebagai penanda bahwa Anda terkena serangan jantung. Lengan dan punggung Anda akan terasa sakit berbarengan dengan terjadinya nyeri di dada.
“Saat sudah terjadi nyeri di dada, hal yang menunjukkan bahwa Anda mengalami serangan jantung adalah ketika sudah disertai rasa sakit yang menjalar ke lengan kiri dan punggung. Karena hal ini, Anda bisa sangat lemas,” ucap dr. Nabila.
4. Pingsan
Kondisi akhir dari serangan jantung pada orang yang sedang berolahraga adalah pingsan. “Anda bisa ambruk seketika jika serangan jantung sudah mencapai tahap ini,” ungkap dr. Nabila.
5. Jantung berhenti bekerja
Ini adalah akibat fatal dari serangan jantung yang tidak segera mendapat pertolongan medis. Jantung akan berhenti bekerja, sehingga kematian tak bisa dihindari lagi.
Selain adanya fase-fase yang telah disebutkan, serangan jantung juga mungkin diiringi dengan terjadinya pandangan berkunang-kunang dan tubuh terasa panas. Keadaan ini bisa terjadi di awal atau di tengah-tengah sebelum akhirnya pingsan.
















