Temanggung – Tim Antikejahatan dan Kekerasan (Tangker) dibentuk di 11 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sebelas Kabupaten Kota yang sudah terbentuk Tangker, yakni Kabupaten Temanggung, Magelang, Wonosobo, Banjarnegara, Kebumen, Banyumas, Pati, Kudus, dan Semarang. Wilayah itu memiliki sejumlah objek wisata yang sudah ramai pengunjung.
Siti Moelyati Kasi pengembangan SDM Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah mengatakan, belum semua kabupaten/kota di Jawa Tengah terbentuk Tangker.
“Baru kabupaten/kota yang objek wisatanya sudah ramai dikunjungi wisatawan saja yang ada Tangker,” katanya di Temanggung, Kamis (17/7/2019)
Diharapkan adanya Tangker ini bisa meningkatkan peran serta masyarakat di dalam pengamanan dan keamanan di setiap objek wisata.
“Unsur sadar wisata salah satunya, yakni aman dengan adanya Tangker ini pengunjung atau wisatawan bisa menjadi lebih aman dan nyaman saat berwisata,” katanya ada sarasehan Tangker Jawa Tengah di aula Taman Posong di Desa Tlahab Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.
Dikatakannya dibentuknya Tangker ini agar masyarakat bisa semakin paham dan mengerti akan pengamanan dan keamanan objek wisata.
“Menciptakan wisata yang aman dan nyaman itu menjadi tanggung jawab bersama, masyarakat harus terlibat,” katanya.
Sarasehan ini akan dilakukan selama dua hari yakni Kamis dan Jumat, selama sarasehan berlangsung Tangker akan dibimbing oleh petugas dari Polda Jateng dan Basarnas.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Woro Andijani mengatakan meskipun objek wisata yang ada di Kabupaten Temanggung belum seramai dengan objek wisata di daerah lain di Jawa Tengah, namun jumlah anggota Tangker di Temanggung terbanyak se Jawa Tengah.
“Jumlah anggota Tangker ada 25 orang, jumlah ini terbanyak se Jawa Tengah,” katanya.
Menurutnya banyaknya jumlah anggota Tangker ini menunjukkan bahwa tingkat kepedulian masyarakat Temanggung dengan keamanan di objek wisata semakin tinggi.
Ia menuturkan keberadaan Tangker ini untuk mengamankan pengunjung yang ada di setiap objek wisata.
“Misalkan ada palak memalak di objek wisata anggota Tangker ini akan bertindak, seperti di Posong ini,” katanya.(gung/red)















