Tegal – Program unggulan Walikota Tegal Dedy Yon dan Wakil Walikota Tegal, Jumadi untuk mencapai visi Pembangunan Kota Tegal mengalami kendala dan terancam tak tercapai sesuai target.
Hal itu karena alokasi anggaran untuk sejumlah program unggulan tersebut dinilai terlalu minim dibanding besaran dana Belanja Langsung Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal di Tahun 2020.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Tegal, H Edy Suripno SH MH di Kantornya Jalan Pemuda Kota Tegal, Jumat (19/7/2019). Minimnya anggaran terungkap saat Rapat Pembahasan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2020 bersama Tim Penyusun Anggaran Daerah beberapa waktu lalu.
“Dari Rp705 miliar anggaran Belanja Langsung, hanya Rp 482 miliar yang diproyeksikan untuk program unggulan wali kota,” kata Edy Suripno.
Program unggulan Walikota Tahun 2020 di antaranya pelebaran trotoar Jalan Ahamad Yani, revitalisasi Taman Pancasila, pelebaran Jembatan Pancasila, penataan taman, revitalisasi Alun-Alun Tegal, Alun-Alun Tegal Selatan dan Taman Poci.
Termasuk kajian Kali Bacin dan beberapa pos Belanja Tidak Langsung berupa santunan kepada penunggu pasien dan pembelian bus sekolah.
Menurut Edy, banyak program kegiatan yang tidak terakselerasi dengan visi misi Walikota. Sebab, acuannya masih menggunakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pemerintahan sebelumnya.
“DPRD akan mengkaji urgensi besaran anggaran Belanja Tidak Langsung serta keterkaitan dengan RPJMD 2020-2024,” kata Edy Siripno.
DPRD menyoroti besaran Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) senilai Rp105 miliar, yang jika dievaluasi pada kinerja 2018, tidak selaras dengan output kinerja yang diharapkan. Begitu juga dengan honorarium tunjangan kinerja yang sebetulnya tidak diperlukan, karena sudah mendapatkan TPP.
“DPRD juga mengkaji urgensi penggunaan anggaran tersebut,” pungkas Edy Suripno.
(nin/red)
















