Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, Kopi Karanganyar Lawu ini akan terus dikembangkan melalui anak muda dan kelompok tani. “Perlu diketahui produksi kopi kita memang masih kurang, karena kedai-kedai kopi (Karanganyar) ini cukup aktif. Per harinya rata-rata bisa menjual 50 sampai 100 cangkir kopi. Ini cukup menjanjikan dari segi ekonomi,” terangnya.
Ia juga berharap, festival semacam ini tidak hanya digelar setahun sekali. “Kita akan lihat momentum-momentum tertentu, supaya kopi ini bisa populer,” imbuhnya.
Kopi Karanganyar Lawu mempunyai sejarah panjang. Juliyatmono yakin dengan branding kopi tersebut, mampu membangkitkan perekonomian khususnya di wilayah Karanganyar. “Saya bangga karena ini anak-anak muda, kelompok taninya (kopi) juga hidup. Mereka sudah mengembangkan itu, maka kita akan angkat kopi ini,” tandasnya.
Pada bagian lain, Ketua IKA FIB Undip Semarang, Agustina Wilujeng, menuturkan, ini adalah cara kita (IKA FIB Undip dan Pemkab Karanganyar) untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Karanganyar. “Jadi kita memilih Kopi Karanganyar Lawu melalui pertimbangan khusus. Memang sesuatu ini (Kopi Karanganyar Lawu), rasanya luar biasa, mantap,” ungkapnya. Ke depannya selain branding kopi ini, sekaligus juga menggali sejarah tentang kopi yang ditanam di lereng Gunung Lawu ini. Mulai dari budayanya dan sejarahnya.
Sementara itu, Ketua Karanganyar Coffee Society, Bimo Aji S mengungkapkan, terbentuknya komunitas ini berawal pasca Festival Kopi Karanganyar Lawu yang pertama. “Karena kita punya kopi juga dan dalam sejarahnya pernah berjaya, secara ekonomi juga bagus. Akhirnya kita tergerak untuk memulai menghidupkan kopi ini lagi,” jelasnya.
Selain branding Kopi Karanganyar Lawu, para pegiat kopi yang terdiri dari pemilik kedai kopi di Karanganyar dan sekitarnya juga memberikan pembinaan kepada para petani kopi yang ada di Karanganyar. “Kita mengajak, ayo budidaya (kopi) lagi. memberikan pemahaman cara penanaman, perawatan sampai pasca panen,” ujarnya.
Pemkab Karanganyar Memacu Kencang
Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyalurkan bantuan 20 ribu bibit tanaman kopi ke 10 kelompok tani di empat kecamatan. Pengembangan komoditas itu diharapkan memicu ekonomi membaik para petani kopi dan menggairahkan budaya minum kopi. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar, Dhanik Sih Handayani, saat dikonfirmasi wartawan. Menurut dia, pihaknya memastikan petani di empat kecamatan itu potensial menggarap lahan perkebunan kopi milik pribadi maupun hutan negara. Luasnya mencapai 200 hektare dari total 1.000 hektare yang akan dikembangkan selanjutnya. Dalam hal ini, Pemkab telah menjalin kerjasama pendampingan dengan PTPN IX. Pendampingan ini diapreasiasi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip).















