​”Nyangkul” di Ladang, Temukan Mortir Aktif Peninggalan Perang

oleh

Sragen – Penemuan mortir diduga peninggaln zaman perang kemerdekaan terjadi di sebuah kebun. Penemuan itu menggemparkan warga Sambirejo Sragen. 
Sebuah benda yang diduga kuat sisa peperangan zaman belanda itu sempat menjadi perbincangan warga. Warga geger, lantaran mortir sepanjang 52 cm itu, ternyata masih aktif.

Khawatir mortir tersebut akan membahayakan warga, selanjutnya pihak Polsek Sambirejo Polres Sragen Polda Jateng, bertindak cepat berkoordinasi dengan Sat Brimobda Jateng Kompi Solo. 

Mencegah terjadinya hal membahayakan, petugas meledakkan mortir tersebut di lahan PTPN Afdeling Kepoh Sambirejo, Sabtu (16/02/2019).

Informasinya, penemuan mortit sendiri dilaporkan bayan setempat, Jumat (15/02). Sebelumnya bayan, mendapatkan informasi warga bernama Mitro Wiyono (70) warga Dukuh Bayut Desa Jambeyan Kecamatan Sambirejo. Saksi Mitro menemukan mortir saat mencangkul di ladang dekat rumahnya.

Benda yang seukuran tangan orang dewasa, yang ternyata sebuah mortir, itu ditemukan salah lansia iu ketika mencangkul tanah di kebun. Karena khawatir terjadi ledakan, pihak warga memilih melaporkan temuan itu pada Polsek Sambirejo.

AKP Saptiwi menerangkan mortir yang ditemukan masih aktif di kawasan Sambirejo. Polsek kemudian menindaklanjuti laporan tersebut, berkoordinasi dengan Polres.

”Mortir itu ditemukan di sebuah Tegalan, oleh pemilik tegalan Mbah Mitro Wiyono, warga sekitar berusia 70 tahun pas macul di tegalannya, ia kemudian menyimpan benda itu, dan memberitahukan penemuan itu kepada bayan setempat, ” terang Kapolsek sambirejo AKP Saptiwi dalam keterangannya mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan.

AKP Saptiwi mengatakan setelah dikonfirmasikan dengan pihak Gegana, ternyata mortir itu masih aktif. Khawatir meledak sewaktu-waktu sehingg langsung ditangani dengan tepat.

Polres Sragen langsung meminta tim Gegana Brimob untuk mengevakuasi benda berbahaya itu. Pihaknya menjelaskan untuk mortir aktif itu akan langsung diledakkan di tempat yang aman.

“Di kebun karet Desa Kepoh, dan sudah dipastikan tidak menjangkau warga,” paparnya lagi.

Pihaknya menyampaikan belum memastikan jangkauan ledakan. Selain itu, terkait asal usul benda berbahaya itu, kuat dugaan sudah ada sejak jaman penjajahan.

(dit)