Pemkot Tegal Gelar Advokasi Sekolah Ramah Anak

oleh

Tegal – Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) menggelar kegiatan advokasi Sekolah Ramah Anak, Kamis (7/2/2019) di SMA Negeri 3 Kota Tegal, Jalan Sumbodro, Kota Tegal.

Melalui kegiatan advokasi tersebut diharapkan para siswa menjadi agen perubahan anak. Hadir pada kesempatan tersebut  Fasilitator Forum Anak Prochild Community Indonesia Erry Pratama Putra.

Kepala DPPKBP2PA Kota Tegal, Diah Triastuti melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sri Gunarto mengatakan, kegiatan tersebut menyasar 6 sekolah, yakni SMP Negeri 1 Kota Tegal, SMP Negeri 2 Kota Tegal,  SMP Al Irsyad, SMA Negeri 2 Kota Tegal, SMA Negeri 3 Kota Tegal dan SMK Negeri 1 Kota Tegal.

INFO lain :  Jateng Serahkan Bantuan Rp107 Miliar untuk 2.201 Lembaga Agama

Menurut Gunarto, Sekolah Ramah Anak memiliki 6 indikator yakni, komitmen, pelaksanaan kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan terlatih hak anak, sarana dan prasarana, partisipasi anak, partisipasi warga sekolah.

”Kita terus mendukung program Sekolah Ramah Anak, diharapkan mereka yang ikut menjadi agen perubahan anak yang menyalurkan disiplin positif”, kata Gunarto.

INFO lain :  Perda Sampah Kota Tegal Atur Retribusi Sampah dari TPS ke TPA

Gunarto menuturkan, pihaknya akan melakukan pendampingan bagi sekolah-sekolah sasaran, harapannya, tidak ada pembulian, pemalakan, kekerasan di sekolah dan sebagainya.

Disinggung mengenai Kota Tegal sebagai Layak Anak, Gunarto berharap Kota Tegal betul-betul layak anak. Untuk itu, Dia berharap semua stakeholder berperan untuk mensukseskan Kota Tegal sebagai Layak Anak.

INFO lain :  Ratusan Butir Psikotropika Dilempar ke dalam Tembok Lapas Semarang

Sementara itu, Ketua Forum Anak Tegal Bahari (Fantri) Alvina Virda Nica, mengungkapkan melalui kegiatan ini sebagai bentuk pemenuhan hak-hak anak. Menurut Alvina, mereka diberi tahu hak-hak anak apa saja.

Selain itu, melalui kegiatan  tersebut, kata Alvina, pihaknya mengajak untuk stop kekerasan pada anak, bullying di sekolah, palak memalak.

“Intinya stok kekeraaan di sekolah, baik oleh anak-anak, senior maupun warga sekolah”, pungkas Alvina.

Sumber : jatengprov.go.id