Batang – Sebuah bus berisi rombongan jamaat gereja asal Tanjungpriok baru saja melakukan safari rohani ke Jawa Timur mengalami kecelakaan di tol Batang-Semarang, Minggu (6/1/2019). Bus yang baru saja mengantarkan rombongan safari rohani ke Jawa Timur masuk parit.
Dugaan sementara, kecelakaan disebabkan pengemudi bernama Ferdiyansah mengantuk. Sebelumnya rombongan berangkat dari Kediri pada Minggu dini hari.
Bus pariwisata bernomor polisi B 7330 FDA tersebut terguling di kilometer 351 atau di kecamatan Kandeman – Batang menuju arah Jakarta. Akibatnya, seorang penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara 44 lainnya mengalami luka-luka. Beruntung, lokasi kejadian berdekatan dengan pemukiman warga, sehinga para korban langsung dilarikan ke rumah sakit melalui jalur perkampungan.
Menurut salah seorang warga Ahmad yang tengah berada di belakang rumah mengatakan, bus melaju cukup kencang dari arah timur dan tiba-tiba oleng dan masuk parit.
“Kejadianya cukup cepat saat itu saya berada di belakang rumah yang kebetulan letaknya di atas TKP bus melaju kencang dari arah timur sesampainya di lokasi oleng dan masuk ke parit,” ujarnya.
Saat ini, para korban masih mendapat perawatan di rumah sakit Kalisari Batang dan QIM. Sementara, bangkai bus masih di lokasi kejadian dan sudah ditangani petugas Satlantas Polres Batang.
Pada kecelakaan tersebut sebanyak 29 penumpang mengalami luka berat dan ringan serta satu korban bernama Ana Maria Kota (51) meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kepala Kepolisian Resor Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga mengatakan, tergulingnya bus tersebut karena pengemudi bus Ferdiyanto mengantuk. Mereka baru saja melakukan safari rohani ke Jawa Timur dan bermaksud pulang menuju ke Jakarta. Namun, mengalami kecelakaan tunggal di ruas tol Batang-Semarang.
“Saat ini sebanyak 29 korban mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Batang dan Rumah Sakit QIM,” kata AKBP Edi Suranta Sinulingga yang didampingi Kepala Satuan Lalu Lintas AKP Ferdy Kastalani.
Selain mengevakuasi para korban, petugas polres bersama Jasa Marga juga melakukan evakuasi bus nahas tersebut.
“Bus sudah dipindahkan dari lokasi kejadian ke polres, Minggu siang. Sementara itu, sopir bus masih dirawat di rumah sakit,” katanya.
Di sela besuk para korban di RSUD Kalisari, Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa korban yang meninggal dunia atas nama Ana Mari Kota (51) karena korban mengalami patah tulang leher.
“Korban kecelakaan terlayani secara maksimal untuk mendapatkan perawatan medis. Kami juga sudah memanggil semua paramedis dan medis RSUD untuk segera melakukan tindakan,” katanya.
Menurut dia, setelah mendapatkan perawatan di RSUD, para korban selamat akan dibawa ke Jakarta atas permintaan dari pihak yang bertangung jawab dengan pertimbangan agar mereka lebih dekat dengan keluarga.
“Korban yang sudah mendapat perawatan akan langsung dibawa ke Jakarta. Kami siap membantu seperti menyiapkan surat rujukan, termasuk ambulans untuk membawa pasien jika memang dibutuhkan,” katanya.
(tan/dit)
















