Boyolali – Aktivis Gunung Merapi dari pantauan Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali , Kamis (20/12/2018) tampak tertutup kabut tebal. Sekitar mulai pukul 00 WIB hingga pukul 06.00 WIB sudah tiga kali guguran lava pijar terjadi.
Petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) mengimbau kepada warga tetap beraktivitas di radius aman, yakni 3 Kilometer dari puncak merapi. Meski mengalami guguran sebanyak 3 kali dan hembusan satu kali, namun status Gunung Merapi masih tetap waspada atau level 2 (Low Frekuensi).
“Untuk arah guguran lava pijar belum diketahui karena tertutup oleh kabut,” kata Mujiyanto.
Adanya guguran lava pijar sejak hari Minggu lalu sampai saat ini warga yang berada di lereng Gunung Merapi masih tetap beraktivitas seperti biasa dan diminta meningkatkan kewaspadaanmya. Pemerintah Desa (Pemdes) Klakah, Kecamatan Selo sendiri sudah menyiapkan tenda untuk pengungsi.
Haryono selaku Kades Klakah mengatakan, saat ini warga masih beraktivitas seperti biasa, bahkan dari pihak Pemdes juga sudah membentuk Team Siaga Desa (TSD) mempersiapkan segala sesuatunya. Untuk segala kesiapsiagaan menghadapi bencana Merapi kita selalu berkomunikasi dengan Handy Talky ( HT ) untuk mengontrol warga desa.
Pihaknya akan mengabsensi tiap tiap dukuh dan melakukan penjagaan malam kita optimalkan lagi, dikarenakan Merapi kalau jam 6 sore sudah tidak kelihatan dikarenakan tertutup kabut. Maka dari itu Pemdes memasang CCTV di luar gedung Balai Desa untuk memantau perkembangan dan aktivitas Gunung Merapi di waktu malam hari dan sudah mendirikan posko di tiap tiap dukuh.
“Sampai saat ini sudah ada bantuan tenda untuk pengungsi dari Dinas Sosial Kabupaten Boyolali dan Kementrian Sosial,” pungkasnya.
(ali/dit)
















