Tegal – Akibat kondisi turunan dari rel kereta api (opritan) terlalu tinggi, membuat banyak kendaraan roda dua tergelincir. Bahkan roda empat yang melintas juga mengalami hal yang sama.
Hal itu terjadi di perlintasan pintu kereta api Jalan AR Hakim-Jalan Sultan Agung Kota Tegal, Jawa Tengah.
Atas kondisi tersebut Humas PT KAl Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, Suprapto menyampaikan, dalam rangka menyambut masa angkutan Natal dan Tahun Baru, pihak PT KAI Daop 4 Semarang terus melakukan berbagai perbaikan dan perawatan baik dari segi sarana maupun prasarana di lingkungannya. Salah satunya adalah perbaikan jalur rel di pintu perlintasan Jalan AR Hakim- Jalan Sultan Agung Kota Tegal yang mulai dilakukan pada Senin (26/11/2018).

Dijelaskan, pihak PT KAI berencana memperbaiki aspal jalan yg melintas diperlintasan tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada 30 Nopember 2018. Hal ini dilakukan karena sambil memantau kondisi tubuh badan rel hasil perbaikan berupa pemecokan tersebut stabil dulu. kata Suprapto Kamis (29/11/2018).
“Jadi kalau ada perbaikan berupa pemecokan dan pengantian bantalan rel di sekitar perlintasan, itu dalam perbaikan pengaspalannya tidak bisa langsung dilaksanakan hari itu juga. Perbaikan pengaspalan, dilakukan setelah kondisi tubuh badan rel hasil perbaikan stabil dulu, baru dilakukan pengaspalan pada bagian jalan raya yang berpotongan dengan jalur relnya,” kata Suprapto.
“Kalau jalan rayanya yang rusak karena proses pemeliharaan jalur rel, itu tanggung jawab PT KAI. Tapi kalau jalan rayanya rusak karena pengguna jalan raya, maka pemilik ijin jalan raya yang harus memperbaikinya salah satunya oleh DPU,” terang Suprapto
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal, Sutari SH MH menyampaikan, terkait dengan perbaiakan bantalan di pintu rel kereta api Jalan AR Haikm-Jalan Sultan Agung yang kondisinya belum sempurna karena setelah pergantian bantalan belum di ratakan atau di landaikan di kanan kirinya kami berharap pihak PT KAI segera mnyelesaikanya.
Dalam rangka itu pihak Dishub Kota juga bisa sampaikan kondisi tersebut kepada PT KAI agar bisa segera untuk disempurnakan, karena kondisi tersebut menganggu aktifitas warga yang menggunakan jalur tersebut.
“Sudah banyak pengendara yang jatuh terpeleset karena turunan dari rel (opritan) terlalu tinggi yang tidak segera diurug dengan batu lagi, padahal materialnya ada. Mestinya PT KAI menyiagakan petugas dilokasi jadi apabila opritan terlalu tinggi bisa segera di beri batu,” kata Sutari.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tegal, Herviyanto menambahkan, untuk penggantian bantalan dan jalan simpang sebidang tidak melakukan koordinasi khususnya dengan Dishub Kota Tegal. “Mestinya ada koordinasi dengan satuan yang terkait, apalagi menyangkut kelancaran lalin,” pungkasnya.
















