Magelang – Pelatihan Penanggulangan Bencana Alam Erupsi Gunung Merapi dibuka di Gedung Bhayangkara Polres Magelang, Senin (26/11/2018) pagi.
Pembukaan dipimpin Wakapokda Jateng Brigjen Pol Achmad Luthfi mewakili Kapolda Jateng.
Pelatihan penanggulangan bencana alam gunung merapi tersebut diikuti 510 peserta yakni meliputi Ditsabhara, Satbrimob, Biddokes, BPBD Mqgelang, Basarnas Magelang, serta Tagana Magelang.
Wakapolda mengatakan, keberhasilan pelaksanaan pelatihan adalah 40 persen dari penanggulangan bencana alam erupsi gunung merapi.
“Kondisi geografis Indonesia yang kepulauan dan banyak gunung api sangat rentan terjadinya bencana alam baik, erupsi gunung api, banjir dan tanah longsor, jelas dia.
Dikatakannya, atas hal itu, semua Polri beserta segenap stakeholder dituntut memiliki kemampuan yang lebih dalam rangka penanggulangan bencana alam.
Pelaksanaan pelatihan diharapkan personil memahami dan trampil dalam rangka penanggulangan bencana alam yang sesuai dengan Perkap 25 tahun 2011 tentang SAR serta UU No. 24 tahunl 2007 tentang Pedoman Penanggulangan Bencana Alam.
Diakhir pembukaan, Wakapolda Jateng menyematkan pita tanda peserta pelatihan kepada perwakilan peserta pelatiahan serta memukul kentongan sebagai tanda dimulainya pelatihan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, para PJU Polda Jateng, Forkopimda Kabupaten Magelang, Kapolres AKBP Hari Purnomo, Kajari Eko Hening Wardono, Wakil Ketua DPRD Suharno, Kasdim Mayor Suratman.
Asisten III mewakili Bupati Endra Wacana, KPN Bukhori, para Kapolres Jajaran eks Wil Kedu atau yang mewakili, Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Kepala Balai Penelitian Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta, serta para peserta pelatihan.edit
















