Pihak penyelengara, panitia event organizer maupun Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) justru saling lempar tanggungjawab. Perwakilan EO, Heri Hermawan menjelaskan awalnya pihaknya dari awal berencana membatalkan lomba lari karena keterbatasan dana. Namun oleh pihak Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) memintanya meneruskan.
Diakui Heri, awalnya targetnya 6 ribu peserta, namun yang mendaftar hanya 500 peserta. Untuk peserta 21 K peserta membayar uang Rp 325 ribu, untuk 10 K ditarik Rp 275 ribu, untuk 5 K sebesar Rp 175 Ribu dan pelajar Rp 75 ribu.
“Jadi total uang pendaftar Rp 69 juta sekian. Sirkulasi keungan ada di KPKL bukan kami,” jelasnya mengaku sesuai dengan rancangan anggaran Rp 1,4 miliar untuk kegiatan Kaliloji dan maraton.
Pernyataan berbeda disampaikan pihak Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL), Titinuraini yang balik melemparkan tanggungjawab pada pihak EO.
“Untuk lari kami tidak pernah dilibatkan. Uang pelaksanaan sudah kami setor dari sepuluh juta, lima belas juta dan kita genapi enam puluh juta,” katanya menuding pihak EO bahkan mencari sponsor yang lain dengan cara memalsukan tanda tangannya.
Aksi protes sendiri bubar setelah pihak panitia dievakausi petugas dan dimintai keterangan ke Mapolres Kota Pekalongan. Panitia diperiksa di Satreskrim Polres Kota Pekalongan dan diminta membuat pernyataan terkait pelunasan hadiah.
“Panitia sudah diperiksa dan sudah membuat perjanjian untuk melaksanakan kewajiban pembayaran hadiah,” jelas Kapolres sebelumnya.
Untuk pememanng juara 1 hingga 6 panitia berjanji akan melakukan transfer ke rekening masing-masing pemenang, maksimal empat hari setelah dibuatkan perjanjian.
Kaliloji Marathon Run sendiri digelar di Kota Peklaongan pada Minggu (11/11) pagi. Lomba lari tersebut melombagakan dalam lima kategori yakni 21 K, 10 K, 5 K, Kids Run dan Unique Run. Peserta sendiri ditarik bayaran antara Rp 75 ribu hingga Rp 325 Ribu, berdasarkan kategorinya.edit
















