Polisi Belum Terima Laporan Dugaan Penipuan Event Kaliloji Marathon Run di Pekalongan

oleh

Pekalongan – Polisi belum menerima laporan dugaan penipuan atau penggelapan atas pelaksanaan Event Kaliloji Marathon Run yang digelar di Kota Pekalongan, Minggu (11/11) pagi.

Polisi menyatakan belum menemukan korban atas event yang diprotes ratusan peserta dari berbagai kota, bahkan dari  luar negeri karena kecewa dengan pelaksanaan lomba dan penerimaan hadiahnya itu.

Hal itu diungkapkan Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Situpu melalui Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota AKP Supardi kepada wartawan, Minggu (18/11).

“Seperti kita ketahui bersama, acara sudah dilaksanakan tanggal 11 November lalu dan sudah keluar beberapa pemenang. Karena peserta sudah membayar biaya pendaftaran yang jumlahnya bervariasi dari seratus hingga tiga ratus ribu rupiah. Kami sudah memanggil dan memeriksa panitia. Kami beri waktu kepada panitia untuk membayar sejumlah uang yang dijanjikan menjadi hadiah selama empat hari. Namun dalam empat hari ini kami belum mendapatkan konfirmasi dari panitia apakah sudah dibayarkan atau belum. Kami juga menunggu laporan dari pihak yang sudah dijadikan sebagai pemenang,” bebernya.

INFO lain :  Mahasiswa FTS UMP Ciptakan Cabun Cuci Tangan Antibakteri dari Pelepah Pisang

DItambahkannya, apabila pihak korban melaporkan kami pihak Polres Pekalongan Kota, pihaknya menyatakan akan menangani.

“Akan kami tangani sesuai aturan udang-undang dan prosedur bagaimana pelaksanan lari ini dilaksanakan,” imbuhnya mengaku, jika pembayaran tidak dilaksanakan maka dugaan penipuan bisa saja terjadi.

INFO lain :  Kota Semarang Masuk Kelas Elit OGP

Protes sebelum disampaikan peserta kepada panitia di Musium Batik Kota Pekalongan. Selain jam molor, panitia dianggap kurang profesional. Dari pencatatan waktu, penetapan juara hingga penyerahan hadiah yang harus tertunda maksimal 4 x 24 jam karena keterbatasan dana yang ada.

Hamdan Farid salah satu peserta menyayangkan event dan menuding penyelenggara tidak pofesional. Menurutnya sejak awal pembagian kaos jersey yang dijanjikan pantia tak kunjung di terima meski acara sudah dimulai. Rute dan papan petunjuk lomba juga tidak terpasang.

Peserta juga mengeluhkan pemberian hadiah yang baru akan diberikan ke pemenangnya  dengan jangka waktu tertentu dengan alasan ketidak adanya dana. Nominal hadiahnyapun juga berkurang dan tidak sesuai dengan janji sebelumnya.

INFO lain :  Sebagian Warga Mulai Mengungsi

Sela, salah satu peserta dari Salatiga mengaku dirinya dibuat bingung dengan prolehan hadiah dari panitia. Juara satu tingkat putri yang semula hadiahnya  Rp 15 juta menjadi  Rp 10 juta. Juara dua dari janji awal Rp 10 juta hanya diberikan  Rp 8 juta.

“Itupun masih menunggu empat hari dan akan dikirim ke nomor rekening masing-masing juara,” kata juara dua putri itu menyesalkan.