Kelahiran Bayi Bermata Satu Dikatakan Dokter Terjadi Akibat Obat-obatan

oleh

INFOPlus – Sebuah kabar kelahiran bayi yang sangat tidak biasa terjadi di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara pada Kamis, 14 September 2018 pukul 15.30 WIB. Bayi ini terlahir hanya dengan satu mata dan tanpa hidung. Karena kondisi kesehatannya yang tidak normal, bayi ini kemudian meninggal beberapa jam kemudian, tepatnya pada pukul 22.45 WIB.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Mandailing Natal Syafruddin Nasution, dokter yang menangani kondisi sang bayi menyebut ada beberapa penyebab mengapa sang bayi bisa mengalami kondisi ini, yakni karena konsumsi obat-obatan saat ibu masih hamil atau karena terpapar virus.

Dalam dunia medis, kasus bayi yang terlahir dengan kondisi satu mata ini disebut sebagai cyclopia. Selain hanya memiliki satu mata, bayi juga tidak memiliki hidung karena tidak tumbuh dengan sempurna sehingga hanya memiliki semacam belalai.

INFO lain :  Makan Tempe Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung?

Biasanya, kasus bayi dengan kondisi cyclopia mengalami keguguran atau meninggal tatkala dilahirkan. Jika selamat saat lahir, besar kemungkinan akan meninggal dunia beberapa jam kemudian.

INFO lain :  Biduan dari Rembang Ini Banting Stir Jual Masker

Dilansir dari Health Line, cyclopia dipicu oleh kondisi langka yang membuat bagian depan otak tidak membelah dan membagi otak menjadi bagian kanan dan kiri.

Biasanya, proses pembelahan otak ini terjadi pada hari ke-18 sampai ke-28 kehamilan. Menurut pakar kesehatan, penyebab dari kondisi ini memang masih belum diketahui dengan pasti, namun ada dugaan jika hal ini terkait dengan diabetes gestasional, diabetes yang hanya muncul tatkala kehamilan.

INFO lain :  5 Pantangan Makanan Pengidap Kanker Serviks

Bayi dengan kondisi cyclopia juga memiliki kelainan kromosom sehingga mempengaruhi pembentukan wajah atau beberapa bagian tubuh. Karena alasan inilah mereka hanya memiliki satu mata dan tidak memiliki hidung.

“Di seluruh dunia sepertinya baru tujuh kali terjadi. Terakhir muncul di Mesir dan kemudian meninggal beberapa jam kemudian,” ungkap Syafruddin.

Sumber doktersehatdotcom