Tegal – Musim kemarau di wilayah Kota Tegal dan sekitarnya dinilai masih dalam batas normal. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kepala Setasiun BMKG Tegal, Nur Zaman melalui Bagian Forecaster, Lailia Asnaeni di Kantor BMKG Jalan Kolonel Sugiono Kota Tegal, Rabu (15/8/2018).
Dikatakannya, wilayah Karesidenan Pekalongan, khususnya di Kabupaten Brebes selama Agustus berada pada suhu minimum 21 derajat celsius. Sementara suhu tertinggi pada angka 34 derajat celsius.
“Angka tersebut untuk musim kemarau saat ini masih sebatas kategori normal, secara resmi BMKG belum mengeluarkan pastinya namun, pasti sebatas normal,” tutur Lailia.
Menghadapi musim kemarau, Lailia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bisa menghemat pemakaian air bersih dan hati hati pada lahan kering untuk tidak membakar sampah sembarangan.
Memasuki pertengahan bulan Agustus, sejumlah wilayah di Kabupaten Brebes, mulai kekurangan air bersih. Sumur-sumur warga sebagai satu satunya sumber air mulai mengering. Sebanyak 9 dari 17 kecamatan di Brebes mengalami krisis air bersih.
Ketua PMI Cabang Brebes, Wahidin Soedja menjelaskan daerah daerah yang mengalami krisis air bersih berada di wilayah Pantura dan wilayah tengah. Di wilayah Pantura semua kecamatan yang terkena krisis air bersih adalah Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung dan Losari. Sedangkan di wilayah tengah, empat kecamatan yang warganya membutuhkan air bersih adalah Kecamatan Songgom, Larangan, Ketanggungan dan Banjarharjo.
“Paling parah di Pantura adalah di Tanjung karena sudah beberapa kali meminta bantuan air. Karena di Tanjung banyak desa yang terdampak musim kemarau,” ujar Wahidin.
Permintaan air bersih, kata Wahidin, mulai ada sejak awal Agustus. Permintaan datang terutama dari daerah-daerah yang sumber airnya sedikit seperti di pantura kapur. Diprediksi, permintaan air bersih ini akan berlangsung dan mencapai puncaknya pada September 2018.
“Ada daerah yang sumurnya sudah kering sejak Juli. Untuk mandi saja sudah tidak ada,” terang dia.
Kepala BPBD Brebes, Eko Andalas menyatakan, pihaknya sudah memerintahkan seluruh camat untuk melaporkan desa-desa di wilayahnya yang kekurangan air bersih.
“Catatan tahun kemarin ada 6 kecamatan dan sekarang bertambah manjadi 9 kecamatan,” ungkap Eko Andalas.nin/edit
















