Seorang Anak Tewas Tenggelam di Waduk Ketro Sragen

oleh

Sragen – Nauval Hanif Rosidin seorang bocah berumur 11 tahun, warga Dukuh Jono Kidul Desa Jono kecamatan Tanon Sragen ditemukan tewas tenggelam di obyek wisata Waduk Ketro.

Informasi di Polsek Tanon Polres Sragen menyebutkan, korban tenggelam diduga tenggelam karena tak bisa berenang.

“Kejadiannya, Minggu (5/8/2018),” ungkap Kapolsek Tanon AKP Heru Budiharto mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman membenarkan kejadian itu, Senin (6/8/2018).

Korban, kata AKP Heru, bernama Nauval Hanif Rosidin. Peristiwa bermula saat korban Nauval Hanif Rosidin bersama 7 orang temannya berangkat dari rumah menuju lokasi waduk Ketro untuk bermain.

INFO lain :  Jokowi Minta Orang Tua Awasi Anak-anak Saat Akses Medsos

Dari keterangan warga setempat yang mengetahui peristiwa ini, awalnya korban telah diusir Rajiyo dan Giyanto dari lokasi waduk Ketro. Keduanya awalnya mengingatkan ke tujuh bocah ini, untuk tidak bermain main di genangan air waduk Ketro.

“Menurut saksi, genangan itu berbahaya, bahkan mereka sempat di usirnya. Akan tetapi korban bersama teman-temannya, tidak mengindahkan teguran dari Giyanto dan Rajiyo, dan memilih pindah di tempat lain di sekitar genangan air waduk yang masih terdapat proyek Sedimentasi ataupun pengerukan waduk Ketro,” ungkap dia.

INFO lain :  Puting Beliung Rusak Rumah Warga Sragen

Selain bermain, mereka kemudian berenang di dalam genangan air. Namun lantaran korban Nauval Hanif Rosidin tidak bisa berenang, sehingga ia langsung tenggelam di dalam waduk.

Melihat kejadian tersebut, teman-temannya berteriak meminta tolong dan berlari meninggalkan korban minta bantuan kepada warga yang ada disekitar waduk.

INFO lain :  Setelah Cilacap, Densus Ciduk 3 Terduga Teroris di Solo

Saat itu memang korban langsung berupaya di tolong warga, dan diangkat dari dalam waduk yang berkedalaman sekitar 2.5 meter. Namun tetap saja nyawanya tak bisa diselamatkan.

Sementara itu, dari pengecekan di lokasi kejadian, AKP Heru mengatakan, petugas medis dokter Puskesmas Kecamatan Tanon menyatakan, tidak menemukan bekas tanda kekerasan pada tubuh korban. edit