Tegal – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tegal Umi Azizah mengungkapkan adanya lima calon jamaah haji (calhaj) di Kabupaten Tegal yang gagal diberangkatkan ke Tanah Suci karena sakit. Dari lima orang itu, dua orang diantaranya karena harus menjalani perawatan di rumah sakit.
“Ada lima jamaah sakit dan harus dirawat di rumah sakit,” kata Umi Azizah saat melepas keberangkatan 457 calhaj di Pendapa Amangkurat, kantor Setda, Senin (16/7/2018).
Dijelaskannya, dua calon jamaah haji sakit itu saat masih dirawat di RSUD Dr Soeselo. Dkatakannya, dua calhaj tersebut masih bisa diberangkatkan ke Tanah Suci, setelah kesehatannya kembali pulih.
“Nanti kalau sudah sembuh bisa menyusul,” katanya.
Selain dua calhaj yang sakit, terdapat juga tiga calhaj yang meninggal dunia, sehingga dipastikan juga gagal menunaikan ibadah haji.
“Tiga calhaj tidak diberangkatkan, karena meninggal dunia,” ungkap Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal, Sukarno menambahkan.
Tiga calhaj yang meninggal dunia itu terdiri dari satu orang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 dan dua orang tergabung di kloter 3. Untuk kemarin yang diberangkatkan kloter 3 dan 4.
Adapun kloter 1 dan 2 sebelumnya sudah diberangkatkan pada Minggu (15/7) malam pukul 20.00 WIB. Seluruh calhaj selanjutnya akan transit terlebih dahulu di Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali, sebelum diterangkan ke Mekah.
Dalam pemberangkatan di kantor Setda, selain dilepas oleh Plt Bupati Umi serta sejumlah pejabat pemkab dan Forkompinda, calhaj juga tampak diantar olah keluarga dan kerabat masing-masing. (edit)
















