Solo – Rencana pembangunan kembali Segaran Sriwedari oleh Pemkot Solo mendapatkan dukungan sejumlah pihak, salah satunya BPJS Ketenagakerjaan dengan siap mengelontorkan dana Rp 5 miliar melalui program corporate social resposibilty (CSR).
Namun sayangnya dana itu dinilai belum cukup untuk menyelesaikan pembangunan danau kecil yang pernah digunakan sebagai rumah makan itu.
Hal itu diungkapkan Walikota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengaku harus meminta bantuan kepada perusahaan lain untuk menyalurkan dana CSR-nya.
“Kalau Rp 5 miliar itu nanti hanya untuk membersihkan, kemudian membuat pinggiran segaran. Sedangkan pendapa yang ada di tengah-tengah segaran belum termasuk. Kalau urusan paring-paring (meminta bantuan) itu biar saya,” katanya, Minggu (8/7/2018).
Dana Rp 5 miliar dari BPJS Ketenagakerjaan segera diwujudkan untuk pembangunan Segaran. Usai penandatanganan kesepakatan, Pemkot kini masih menunggu realisasinya.
“Pelaksanaanya yang menentukan BPJS. Kita hanya terima jadi. Namun konsep dan lain-lain dari kita,” katanya.
Sesuai rencana penataan kawasan Sriwedari, Segaran bukanlah prioritas utama. Saat ini pemkot tengah membangun Masjid Raya Sriwedari. Selanjutnya, bekas bon rojo tersebut akan bersolek dengan membangun Gedung Wayang Orang Sriwedari (GWO).
Graha Wisata akan dirobohkan, sementara pendopo Sriwedari dibiarkan dulu. Pendopo akan dipindah kee Segaran.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo Endah Sitaresmi mengatakan, Segaran akan dikembalikan sebagaimana aslinya. Di tengah-tengah segaran aka nada pendopo yang dapat digunakan sebagai panggung musik. Sedangkan penonton berada di tepi segaran. (edit)
















