Puluhan Kambing Warga Mati Misterius dengan Luka di Leher

oleh

Pemalang – Waga di lereng Gunung Slamet, tepatnya di Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang diresahkan serangan diduga anjing liar yang masuk ke pemukiman mereka. Warga resah karena gerombolan anjing liar turun gunung dan masuk ke pemukiman. Mereka menerkam sejumlah hewan piaran warga.

Serangan itu menjadikan puluhan ekor kambing warga mati. Kambing-kambing itu ditemukan dalam keadaan mati mengenaskan. Kambing yang masih berada di kandangnya tersebut, mengalami luka dibagian leher dengan tubuh yang masih utuh.

“Ada puluhan kambing warga yang ditemukan mati. Rata-rata kandang Kambing yang mati tersebut letaknya jauh dari pemukiman, yaitu di lahan warga yang dekat dengan hutan Gunung Slamet. Sedangkan Kambing yang kandangnya dekat dipemukiman warga tetap aman,” kata Kepala Desa Gunungsari Teteg Winanteya, akhir pekan lalu.

INFO lain :  Mobil Misterius, Hasil Curian Ditinggal di Hotel Semarang

Untuk mencegah matinya kambing-kambing yang lain, maka warga memindahkan kandang kambing dekat dengan pemukiman, agar dapat terpantau dengan mudah.

INFO lain :  4 Oknum Tentara Terlibat Pencurian Kabel

“Diperkirakan matinya kambing tersebut adalah karena Anjing liar,” katanya.

Dikatakannya, temuan kambing mati pertama terjadi di Desa Kedawung, kemudian merambat ke Desa Jurangmangu dan ke Gunungsari. Kambing yang mati terdapat luka di bagian leher, dan disedot darahnya saja, sementara bagian tubuh lainya masih tetap utuh.

Menurut warga yang melihat adalah Anjing liar, yang dimungkinkan kekurangan makanan dan membawa serta anak-anaknya untuk mencari makan. Karena diperkirakan anjing tersebut, berjumlah lebih dari satu setiap kali memangsa kambing tersebut.

INFO lain :  Warga Gayamsari Semarang Tewas Ketabrak KA di Demak

“Kalau serigala sepertinya dari dulu dikawasan hutan ga ada, jadi kemungkinan Anjing liar,” tambahnya.

Risto salah satu warga yang kambingnya mati menyampaikan, untuk mencegah timbulnya korban kambing mati akibat serangan itu, kambing diturunkan, atau dibawa ke sekitar pemukiman.

“Biar mudah dalam pengawasan,” katanya.

Warga kini juga mulai menggiatkan ronda setiap malam, supaya bisa menangkap atau mencegah kambing yang masih hidup mati akibat anjing liar tersebut.(edit)