Semarang – Jajaran Polda Jawa Tengah (Jateng) berhasil membekuk komplotan pelaku perampokan spesialias toko emas lintas wilayah. Lima orang perampok yang merupakan jaringan luar Pulau Jawa ini diringkus Subdit 3 Jatanras, Dit Reskrimum Polda Jateng. Dalam dua aksi terakhir di dua lokasi, komplotan penjahat ini berhasil merampas perhiasan emas dengan total berat 30 kilogram atau senilai Rp 4,7 miliar. Dalam melakukan aksi kejahatannya, para pelaku dikenal sadis dan melengkapi diri dengan senjata api rakitan.
Data yang dihimpun, Rabu (6/6/2018) lima pelaku yang diamankan yakni John Luter Piri (JLP), BE, AT, DW, dan S. Mereka dikenal sebagai kelompok Sulawesi Utara, dan dalam beberapa tahun terakhir banyak beroperasi di Pulau Jawa. Dalam tiga bulan terakhir mereka beraksi di Jawa Tengah dan berhasil merampok emas sekira 30 kilogram.
Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono menjelaskan, para pelaku ini memiliki peran masing-masing. JLP sebagai eksekutor mengancam sopir menggunakan senpi. BE sebagai driver, sedangkan AT dan DW sebagai eksekutor melakban dan borgol korban sopir. Ada pula S sebagai pengamat situasi dan pemberi informasi.
Dalam melakukan aksinya, kawanan perampok tersebut terlebih dahulu membuntuti korban dan mengamati kebiasaan para korbannya. Setelah dibuntuti dan ketika sampai dilokasi yang dianggap sepi, mobil yang dikendarai para komplotan melakukan overlaping dan mencegat kendaraan korban.
Selanjutnya, para pelaku menodongkan senjata api rakitan, masuk ke dalam mobil korban yang mengangkut emas lalu melakban korbannya di mulut dan di mata lalu dibuang, emasnya diambil.
“Yang mereka incar adalah distributor perhiasan karena tersangka yang berinisial S ini pernah bekerja juga sebagai distributor emas, dia informannya, yang mengintai,” terang Irjen Condro Kirono.
Kapolda menyebutkan, dari kejadian di Tegal mereka berhasil menggasak perhiasan seberat 8 kilogram. Uang tunai Rp 57 juta dan dua buah ponsel. Sementara saat beraksi di Grobogan mereka berhasil mengambil 22 kg emas, uang Rp 220 juta, dan dua ponsel.
Meski demikian barang bukti yang ditemukan saat ini lebih sedikit dari hasil curian yang mereka dapatkan. Sebagian hasil memang sudah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan digunakan untuk membeli beberapa kendaraan.
Petugas juga menyita beberapa mobil yang diduga hasil kejahatan diantaranya adalah Kijang dan Fortuner. Selain untuk membeli kendaraan mereka juga memiliki cara tersendiri untuk menyimpan hasil rampasannya.edi















