Rembang – Seorang anggota TNI bernama Pratu Sistiyar mengalami luka serius setelah diduga menjadi korban sasaran penganiayaan orang mabuk. Sistiyar mengaku dikeroyok puluhan pria mabuk saat bersama empat temannya.
Pemuda 24 tahun itu menceritakan awal mula dirinya dikeroyok. Bermula Kamis (31/5) sekitar pukul 01.30 dini hari, Sistiyar dan empat rekannya ngobrol di depan rumah tetangganya di Dukuh Blandok, Desa Plawangan, Kragan, Rembang.
Selang kemudian datang sekelompok pelaku mendatangi mereka. Kepadanya ia menanyakan keberadaan seseorang. Sistiyar dan rekannya menjawab tidak tahu. Kelimanya menyarankan agar pelaku mencari ke arah timur. Saran itu diikuti mereka.
Namun selang kemudian, gerombolan pelaku kembali menyambangi Sistiyar dan rekan-rekannya. Dengan jumlah orang lebih banyak, sekitar 20 orang.
Diantaranya melemparkan botol miras ke arah Sistiyar dan mengenai matanya. Sistiyar yang tak terima langsung dikeroyok.
Puluhan orang itu bersenjata. Ada yang bawa kayu balok, botol miras, dan batu. Sistiyar dan rekan-rekannya sempat melawan. Karena kalah jumlah dan tangan kosong, Sistiyar dan rekan-rekannya terluka. Sistiyar luka parah di bahi kana sementara empat temannya hanya lecet.
”Mereka dalam kondisi mabuk semua,” ungkap Sistiyar, Jumat (1/6/2018).
Kapolsek Kragan AKP Mansur menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi dan menyelidiki kasus itu.
“Masih diselidiki,” kata dia.
Sistiyar merupakan anggota TNI AD yang bertugas di Yonif Lintas Udara (Linud) 328 Kostra Cilodong, Depok, Jawa Barat. Sistiyar mengaku baru di rumah dua hari setelah mengambil cuti sebelum ditugaskan ke Papua.
Akibat kejadian itu, Sistiyar harus dirawat di RSUD dr. R. Soetrasno karena tulang bahunya geser. Tangan kanannya dipasang gips. Kepala kanannya juga ada bekas jahitan. Ada sekitar tiga jahitan di kepalanya. Awalnya, Sistiyar mendapat perawatan di Puskesmas Kragan I.(edi)
















