Babi Hutan Ngamuk Rumah Warga Pagedongan Banjarnegara

oleh

Banjarnegara – Bukan disebabkan aksi perampokan atau pencurian, berbagai perabotan di dalam sebuah rumah di wilayah Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara kocar kacir akibat diserang seekor babi liar.
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa ini terjadi pada Jumat (25/5/2018) sekira pukul 21.00 WIB. Aksi liar seekor babi hutan ini sempat membuat takut pemilik rumah, Slamet.

Atas serangan tersebut Slamet segera memberi tahu tetangganya bila di dalam rumahnya ada seekor babi hutan yang berukuran cukup besar mengamuk dan memecah kaca jendela serta perabot rumah tangga.

Populasi Babi hutan yang masih banyak di wilayah Desa Kebutuhjurang tentunya sangat meresahkan warga bila binatang tersebut masuk ke pemukiman warga.

INFO lain :  Pemkot Pekalongan Dorong UMKM Urus Sertifikasi Produk Halal

Sementara itu anggota Polsek Pagedongan Polres Banjarnegara, Brigadir Faozi dan Briptu Tito yang mendapat laporan dari warga segera meluncur ke lokasi. Dengan di bantu warga dan dengan peralatan yang ada, babi hutan tersebut berhasil ditangkap.

INFO lain :  Tiga Perusahaan Multinasional Bangun Pabrik Rp1 Triliun di Batang Industrial Park

Menurut Kepala Desa (Kades) Kebutuhjurang Sujarwo, di wilayah desanya akhir-akhir ini banyak babi hutan yang berkeliaran masuk ke perkampungan, mungkin disebabkan di daerah habitatnya kekurangan makanan, sehingga membuat binatang tersebut mencari makanan di kebun warga.

“Babi hutan yang masuk pemukiman sangat meresahkan warga. Hal ini perlu penanganan yang serius dari instansi terkait agar warga tidak resah,” tutur Sujarwo

INFO lain :  Polda Jateng Izinkan Mudik Sebelum Tanggal 6 Mei

Sujarwo, Kades Kebutuhjurang Kecamatan Pagedongan Banjarnegara mengatakan bahwa diwilayah desanya sekarang banyak babi hutan yang berkeliaran masuk ke perkampungan, mungkin disebabkan di daerah habitatnya kekurangan makanan sehingga membuat binatang tersebut mencari makanan di kebun warga.

“Kami berharap dengan adanya masalah ini, babi hutan yang masuk pemukiman sangat meresahkan warga. Hal ini perlu penanganan yang serius dari instansi terkait agar warga tidak resah,” terang Sujarwo.(edi)