Brebes – Sahur bareng bersama 500 warga Brebes diikuti istri mendiang KH Abdurrachman Wahid atau Gus Dur, Hj Shinta Nuriyah di Pendapa Bupati Brebes, Senin (21/5/2018) dini hari. Dalam sambutannya Bunda Shinta mengatakan, Indonesia terdiri atas berbagai agama dan suku bangsa.
Semua agama yang ada di Indonesia mengajarkan agar hidup rukun dan damai. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berlandaskan Pancasila yang didalamnya terkandung kerukunan antarumat beragama dan suku bangsa yaitu Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah banyak yang kehilangan hati nurani. Sehingga, tali persaudaraan dalam berbangsa terputus dan apabila tali persaudaraan dalam berbangsa terputus maka yang terjadi adalah Indonesia akan hancur.
“Sekarang ini yang harus kita lakukan adalah merajut kembali serpihan – serpihan perpecahan agar bangsa Indonesia kuat,” kata istri Presiden keempat RI itu.
Bunda Shinta menjelaskan, dirinya juga turut berduka cita atas kecelakaan lalu-lintas yang terjadi di Bumiayu hingga menimbulkan banyak korban meninggal dunia pada Minggu (20/5) sore.
“Marilah kita bersama-sama mendoakan para korban agar arwahnya diterima Allah SWT,” ajak Bunda Shinta.
Ketua Panitia Lokal Kegiatan, Ahmad Munsip Maksudi mengatakan, sahur bersama mengambil tema ‘Dengan Berpuasa Kita Kembangkan Kearifan, Kejujuran dan Kebenaran Dalam Kehidupan Berbangsa’. Acara diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Brebes yang didukung PC GP Ansor Brebes dan Jaringan Gusdurian Bumiayu Raya.
Acara sahur diikuti bupati Hj Idza Priyanti dan kaum dhuafa, anak yatim piatu, petani bawang merah, tukang becak, anak jalanan, tukang parkir serta fakir miskin. Turut hadir Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono, Kapolres yang diwakili Wakapolres Brebes Kompol Wahyudi Satrio Bintoro SH SIK MSi, Hadir pula, Sekda Brebes H Emastoni Ezam SH MH dan jajaran Kepala OPD Kabupaten Brebes. (edi)
















