Grobogan – Eko Sukirno (40), warga Kabupaten Wonosobo ini benar-benar bernasib tragis. Betapa tidak, pria yang bekerja pengawas dan juru ukur ketinggian air proyek di lokasi proyek perbaikan irigasi di wilayah Dusun Beran, Desa Terkesi, Kecamatan Klambu tewas tenggelam di sekitar lokasi saluran air yang sedang diperbaikinya.
Tercatat, korban sebagai karyawan PT Brantas Adipraya sebagai juru ukur ketinggian air di area lokasi saluran irigasi yang sedang diperbaiki tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum ditemukan tewas tenggelam korban terlihat sedang sibuk mengamati kondisi saluran irigasi. Diduga kurang berhati-hati, korban terpeleset dan terjun ke saluran irigasi di Klambu sebelah kanan. Lantaran tidak bisa berenang, korban tewas tenggelam di saluran tersebut.
Warga sekitar menemukan Korban sudah dalam kondisi mengapung di permukaan air saluran irigasi sekitar pukul 12.30 WIB. Mendapati ada mayat mengambang di saluran irigasi tersebut warga setempat langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Klambu.
Kapolsek Klambu AKP Asep Priyana dalam keterangannya menyampaikan, bahwa usai mendapatkan laporan tentang adanya orang tenggelam di saluran irigasi, pihaknya langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan laporan tersebut. Ternyata memang benar di temukan ada orang meninggal karena tenggelam di saluran irigasi.
“Korban tewas karena tenggelam adalah warga Wonosobo yang tercatat sebagai karyawan PT Brantas Adipraya yang tugasnya sebagai juru ukur ketinggian air,” terangnya, Kamis (17/5/2018).
Lebih lanjut Asep menjelaskan, bahwa usai devakuasi, dan dilakukan pemeriksaan bersama tim medis Puskesmas Klambu tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada jenazah korban. Sehingga penyebab korban meninggal dunia karena tenggelam di saluran irigasi.
“Diduga korban terpeleset dan jatuh ke saluran yang berkedalaman kurang lebih 2 meter itu, saat menjalankan tugas sebagai juru ukur ketinggian air,” terang dia.(edi)
















