Solo – Seorang penjual roti asal Kedung Wuluh RT 10 RW 04, Padaherang, Ciamis, Jawa Barat ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di dalam kamar kosnya di Jl K. H Wakhid Hasyim No. 34 RT04 RW01, Joyotakan, Serengan, Solo, pada Selasa (8/5/2018) pagi. Penemuan tersebut sempat membuat geger warga Joyotakan, lantaran sebelumnya warga telah merasa penasaran asal bau busuk tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun, penjual roti bakar tersebut diketahui bernamaWawan Ruswana (48) ditemukan sudah membusuk sekira pukul 07.00 WIB.
Sedangkan penemuan korban ini bermula saat warga mencium bau menyengat dari kamar korban. Saat pintu diketok, tidak ada jawaban dalam kamar korban. Hingga akhirnya, pemilik kos meminta bantuan Linmas untuk membuka pintu secara paksa.
Kapolsek Serengan, Kompol Giyono, menjelaskan, setelah menerima laporan, pihaknya bersama anggotanya langsung mendatangi lokasi penemuan mayat tersebut.
Selain mengevakuasi jenazah, petugas langsung melakukan identifikasi dan olah TKP di lokasi penemuan mayat. Ia menjelaskan, penemuan mayat tersebut berawal saat warga mencium bau menyengat dari arah kamar korban.
“Warga mencium bau menyengat dari arah kamar korban, ditemukan korban telah meninggal dan membusuk,” terang Kompol Giyono.
“Warga melapor ke RT setempat lalu kamarnya didobrak oleh petugas Linmas. Ternyata benar ada orang meninggal,” sambung Kompol Giyono.
Ditambahkannya, derdasarkan keterangan saksi, korban terakhir dilihat pada Minggu (6/5) atau dua hari yang lalu. Dia diduga meninggal hari itu juga.”Korban dua hari yang lalu merasa tidak enak badan. Setelah itu dia tidak terlihat lagi. Dia memang hidup sendirian,” ujarnya.
Kompol Giyono menambahkan, petugas kepolisian telah mengamankan sejumlah barang milik korban, antara lain sepeda motor merek Supra Fit X, uang senilai Rp 137 ribu, sepeda, kartu BPJS milik korban dan sebuah ponsel.
Kompol Giyono juga menyampaikan, hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan bekas atau tanda-tanda penganiayaan pada jenazah korban.
“Jenazah sudah diperiksa tim dokter tidak ditemukan tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit. Jenazah langsung dibawa di RSUD dr Moewardi,” imbuh Kompol Giyono.(edi)
















