8 Ton Bawang Impor Siap Edar Diduga Ilegal

oleh

Brebes – Sebanyak sekitar 8 ton bawang impor ditemukan dan diduga ditimbun di sebuah gudang di Kabupaten Brebes. Hal itu dalam sweepeing yang digelar Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) beberapa waktu lalu.

Aksi sweeping digelar menyusul ditemukannya bawang impor yang membuat harga bawang lokal Brebes mengalami anjlok. Sweeping dilakukan di sejumlah gudang bawang.

Hasilnya ditemukan 8 ton bawang impor yang diduga sengaja ditimbun. Di gudang bawang milik Jaya di Desan Pemaron Kecamatan Brebes itu diketahui menyimpan bawang impor dari India.

“Bawang yang ditemukan itu memang resmi. Tapi yang kami permasalahkan adalah ukurannya yang kurang dari lima sentimeter. Karena yang benar adalah bawang bombay ukuran besar,” ungkap Juwari, Ketua ABMI Brebes.

INFO lain :  Rycko Sebut Luthfi Punya Jaringan Luas

Sweeping, diakuinya, sengaja dilakukannya untuk membuktikan bahwa bawang impor dari India jelas sudah merata di Brebes. Menurut Juwari, berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 105/kota/SR.130/D/12/2017, tentang karakteristik bawang bombai yang dapat diimpor yakni berdiameter minimal 5 cm.

“Namun pada kenyataannya, yang masuk ke Indonesia, banyak yang berukuran kurang dari 5 Cm,” kata dia.

Dengan beredarnya bawang impor berukuran kecil tersebut , kata Juwari, maka akan berpengaruh pada harga bawang merah lokal. Juwari mengungkapakan adanya sejumlah modus yang dilakukannya, diantaranya mencampurnya dengan bawang lokal lalu dihargai lebih murah dari harga pasaran.

INFO lain :  Festival Lima Gunung 2019 Diikuti 77 Kelompok Kesenian

“Dengan begitu harga lokal Brebes jelas akan turun,” tukas Juwari.
Atas temuannya itu, pihak ABMI meminta kepada pemilik untuk tidak mendistribusikan bawang impor salah aturan tersebut. Mereka juga meminta kepada Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap kasus tersebut.

Sementara itu, pemilik gudang bawang, Jaya, 55 tahun mengaku, bawang yang berada di gudangnya itu hanya titipan saja.

INFO lain :  Kecelakaan Karambol di Fly Over Dermoleng Brebes Tewaskan Dua Pemotor

“Ini memang bawang impor, tapi ini barang titipan Ibu Idah, asal Kelurahan Gandasuli, Brebes. Dia pedagang yang sering kirim bawang Brebes ke Sumatera. Berhubung sudah kirim tapi belum dibayar, akhirnya dia ambil bawang impor ini sebagai ganti uang,” jelasnya.

Jaya mengaku, bawang impor tersebut tidak laku jika dibandingkan bawang lokal, karena dari segi rasa dan bau sudah jauh berbeda.

“Bawang seperti ini tidak laku di sini, makanya terbengkalai di gudang ini. Jumlahnya sekitar 8 ton,” katanya. (edi)