Pemecahan Rekor Makan 17 Ribu Pepes di Batang Diwarnai Pencopetan

oleh

Batang – Peserta acara makan bersama, 17.650 pepes ikan yang disajikan untuk masyarakat Batang yang dinyatakan memecahkan rekor Musium Rekor Indonesia (Muri) menjadi korban copet, Minggu (22/4/2018).

Nasib sial itu dialami seorang wanita warga Batang yang turut memperebutkan pepes ikan dan nasi megono. Ia malah kecopetan dan uang sekitar Rp 1 jutaan karena hilang dicopet maling.

Ditengah-tengah kerumunan warga usai berebut ribuan pepes ikan pindang yang digelar di Jl Yos Sudarso Batang itu, tiba-tiba ada seorang wanita yang menangis histeris. Ia adalah Aisyah warga Kalisalak, Batang. Ia kehilangan dompet berisi uang yang disimpan di dalam tas yang diselempangkannya.

INFO lain :  Pilkada, 24 Jam Kantor KPU dan Panwaslu Dijaga Polisi

“Uang saya hilang bersama dompet, saya taruh disini (menunjukan tas yang telah terbuka ritsletingnya),” Kata Aisyah sembari terisak nangis.

Aisyah warga Kalisalak, Batang yang  kehilangan dompet berisi uang yang disimpan di dalam tas yang diselempangkannya.

Sebelumnya Aisyah telah memastikan bahwa dompet dan ponselnya telah aman diletakan di dalam tas kecilnya. Menurutnya, sebelum ikut merebut makanan, uang itu masih ada tersimpan dengan ritsleting tas tertutup.

“Sekarang terbuka ada yang mengambil,” katanya.

Aisyah menjelaskan barang-barang yang hilang terdiri dari uang yang digulung dan terikat karet satu bandel berisi Rp 900 ribu dan uang pecahan ratusan dua lembar ditambah uang pecahan lima puluh ribuan satu lembar. Jumlah uang yang hilang sekitar Rp 1,250 ribu dan sejumlah kartu identitas dan kartu ATM.

INFO lain :  Belasan Pelajar di Tegal Diciduk Karena Mbolos dan Nongkrong

“Tadi tidak kerasa kalau ada yang mengabil. Setelah sadar-sadar tas terbuka dan barang hilang,” kata dia yang oleh petugas kepolisian diantar ke Mapolsek Batang untuk membuat laporan kehilangan.

Sementara, ribuan warga Batang berdesak-desakan memperebutkan sekitar 17 ribu pepes ikan dan nasi megono. Dalam sekejap lebih dari 17 ribu sajian aneka pepes langsung ludes diserbu warga.

Sejak pagi hingga siang, ribuan warga Batang sudah berdesak-desakan di sepanjang jalan Yos Sudarso Batang. Mereka pun seakan tak sabar untu menyerbu sajian pepes yang disediakan panitia dari Himpunan Nelayan Seluruh Indoensia (HNSI) Batang.

INFO lain :  Hidung Keluarkan Cairan, Wanita di Pekalongan Tewas Diduga Sakit

Namun entah bagaiman ketika mendengar peluit berbunyi, ribuan warga langsung berebut. Padahal suara peluit itu bukan sebuah pertanda dimulai pembagian pepes. Tanpa komando warga langsung menuju ke tempat pepes dan nasi megono yang telah disediakan di sepanjang jalan desa setempat.

Warga saling berebut dan berdesak-desakan baik tua dan muda serta pria maupun wanita. Mereka semua ingin mendapatkan pepes pindang layar yang telah disiapkan.