Banjarnegara – Pengungsi korban gempa di Banjarnegara menjadi korban pencurian. Mereka kehilangan harta bendanya yang belum sempat diselamatkan saat mengungsi akibat gempa.
“Ada warganya yang kehilangan uang dan perhiasan. Namanya Pak Kunarto. Dia kehilangan uang Rp 1 juta. Dan ada lagi pengantin baru kehilangan perhiasan emas,” ungkap Kepala Desa Kertosari, Agung Wicaksono, Kamis (19/4/2018).
Diakui Agung menjelaskan banyak warga yang tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Kejadian itu diakui sudah dilaporkan ke Polsek Kalibening.
Atas kejadian itu, penjagaan di daerah bencana diperketat. Apalagi saat ini warga meninggalkan rumahnya dan tinggal di pengungsian. Petugas dan relawan kini ikut berjaga di sekitar rumah-rumah warga.
Mengungsi
Sementara akibat bencana gempa, hingga kemarin sebanyak 2.104 jiwa mengungsi. Mereka tersebar di sejumlah titik pengungsian.
“Jumlah pengungsi yang terdata sementara sebanyak 526 KK atau 2.104 jiwa. Mereka tersebar di beberapa titik pengungsian. Seperti di Desa Kasinoman, Plorengan, Sidakangen, dan Kertosari,” ujar Kepala BPBD Banjarnegara Arief Rahman saat ditemui di lokasi bencana, Kecamatan Kalibening.
Untuk penanganannya, BPBD membuka posko pengungsian di 4 desa tersebut. Setiap desanya terdapat beberapa titik pengungsian. Selain itu juga ada posko darurat bencana gempa bumi yang akan buka selama tujuh hari. Selain itu telah dibuka dapur umum dua titik yakni di Desa Sidakangen dan Kasinoman.
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menetapkan status siaga darurat selama tujuh hari untuk bencana ini. Selanjutnya dia akan terus melakukan koordinasi dengan BMKG. Nantinya jika rekomendasi belum memungkinkan status tanggap darurat diperpanjang.
Bantuan Pemprov
Atas musibah gempa, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri menganggarkan bantuan pembangunan rumah para korban. Untuk rumah roboh dianggarkan mendapat bantuan Rp 15 juta sedangkan rusak sedang dianggarkan Rp 10 juta.
Hal ini disampaikan Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko saat bertemu para pengungsi di Desa Sidakangen Kecamatan Kalibening. Pendataan rumah rusak akibat gempa bumi diharapkan segera dilakukan
“Untuk rumah yang roboh nanti diberi bantuan Rp 15 juta per rumah. Sedangkan rusak tetapi tidak sampai roboh Rp 10 juta. Ini hitungannya per rumah bukan per KK,” kata dia.
Ia tidak memungkiri jika anggaran dana tersebut belum cukup untuk mendirikan rumah. Namun pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan BNPB serta pemerintah kabupaten untuk membantu pendirian rumah.
Pemprov Jateng diakui Heru memiliki dana cadangan hingga Rp 30 miliar. Dana tersebut tentunya digunakan untuk kebutuhan prioritas. Salah satunya, untuk korban gempa bumi di Banjarnegara. Gempa di Kecamatan Kalibening Banjarnegara ini menjadi salah satu prioritas. (edi)
















