Batang – Pelatihan Dukungan Psikososial Penanggulangan Bencana digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang di Hotel Dewi Ratih, Kabupaten Batang, Senin (16/4/2018). Kegiatan dibuka Wakil Bupati Batang, Suyono.
Pelatihan diberikan untuk menyiapkan SDM yang berkapasitas dan kapabilitas dalam penanggulangan pasca bencana. Acara diikuti warga, tokoh masyarakat, Polres Batang dan Instansi Pemkab di Aula Hotel Dewi Ratih Kabupaten Batang.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada BPBD Batang, Nur Rosidin mengatakan, pihaknya mengundang para narasumber berpengalaman dari Pull of Fasilitator (POF) BPBD Provinsi Jawa Tengah serta LSM Technical Assistant Training Teams (TATT).
“Dalam rangka meningkatkan pengetahuan penanggulangan bencana di daerah masing-masing,” kata Nur Rosidin.
Dikatakannya, ada beberapa manfaat yang dicapai dalam pelatihan, diantaranya soal trauma atau stres yang tidak hanya terjadi saat terjadi bencana. Dalam keseharian seseorang bisa mengalami trauma.
Atas pelatihan yang diberikan, peserta bisa menerapkan di lingkungan keluarga maupun komunitas dengan memberikan dukungan psikososial.
“Tidak hanya kejiwaan saja, tetapi juga akan berpengaruh pada kehidupan sosial masyarakatnya,” ungkap Rosidin.
Menurutnya, seseorang yang jiwanya terganggu, otomatis produktivitas akan menurun. Hal itu tentunya ke depan akan mengganggu kehidupannya.
Pelatihan dimaksudkan membentuk relawan-relawan yang mempunyai kemampuan di bidang psikologi sosial. Diakuinya, BPBD tidak hanya bertugas saat atau setelah terjadi bencana saja.
Tetapi pada saat sebelum terjadi bencana bahkan ketika kondisi aman dan tenteram pun harus menyiapkan kemampuan SDM di bidang evaluasi yang termasuk dalam mitigasi non struktural.
Kaitannya dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana lanjutnya, setiap individu, komunitas, dan instansi menyiapkan diri agar mampu melaksanakan evakuasi secara mandiri untuk menyelamatkan diri ketika terjadi bencana.
“Misalnya saat terjadi bencana banjir atau tanah longsor di daerahnya, mereka sudah tahu dan mampu mengevakuasi secara mandiri,” ucapnya.
Beberapa narasumber yang diundang untuk membagikan pengalaman mereka di antaranya Joko Supriyanto dari Relawan Psikososial Solo, Herman Jatmiko dari BPBD Banjarnegara, Jati dari BPBD Jawa Tengah.(edi)
















