Kota Tegal – Upacara Hari jadi Kota Tegal, Jawa Tengah yang ke 438 Tahun 2018, tidak seperti upacara seperti biasa yang dilakukan pada umumnya, kali ini upacara menggunakan dengan bahasa Jawa Tegalan, dilaksanakan di Alun-Alun Kota Tegal, Kamis (12/4/2018).
Pjs Wali Kota Tegal, Drs Achmad Rofai MSi selaku Inspektur Upacara, Slamet Wahyono S.STP MSi (Komandan Upacara), Veriyanto SIP MSi (Perwira Upacara) dan jajaran Forkopinda Kota Tegal, menggunakan pakaian khas jawa Tegalan.

Dari mulai tata upacara, raingkaian upacara hingga sambutan dengan menggunakan bahasa Jawa Tegalan. Meskipun menggunakan teks dalam sambutan dengan bahasa Jawa Tegalan Pjs Wali Kota tetap sedikit kagok dalam menyampaikan dengan dialek bahasa Tegalan.
Hari jadi Kota Tegal yang ke 438 Tahun 2018 artinya Kota Tegal, telah mengalami perjalanan yang cukup panjang, sejarah sudah mencatat hal-hal yang sudah baik untuk masyarakat Kota Tegal.
Pjs Wali Kota menyampaikan, ada beberapa hal yang mungkin belum kita lakukan itu menjadi tanggungjawab dan beban kita untuk melakukan perbaikan atau penyempurnaan semata-mata untuk kota, masyarakat serta generasi Kota Tegal mendatang. Apalagi kita akan menghadapi Pilkada, untuk Paslon yang terpilih nantinya akan bisa melanjutkan perjuangan tokoh Ki Gede Sebayu.
“Diharapkan pemimpin Kota Tegal, yang terpilih pada Pilkada 27 Juni 2018 mendatang bisa mengayomi, memakmurkan dan mensejahterakan kota dan warganya dengan pembangunan baik fisik maupun non fisik,” tutur Achmad Rofai.

Upacara diikuti sebanyak 24 pleton dari seluruh instansi dan dari berbagai organisasi politik serta unsur ormas yang ada di Kota Tegal.
Usai upacara dilakukan penyerahan hadiah lomba Kelurahan terbaik dalam pelayanan dan penerimaan PBB Tahun 2017, oleh Pjs Wali Kota, Ketua DPRD dan unsur Forkopinda. Dilanjutkan ziarah bersama ke makam Ki Gede Sebayu di Desa Danawarih, KabupatenTegal. (nin/edi)















