Tersengat Listrik, ABK Asal Rembang Tewas di Jepara

oleh

Rembang – Nasib nahas dialami Suraji seorang anak buah kapal (ABK) berasal dari Desa Kedungringin Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang . Dia harus meregang nyawa setelah tersengat listrik hingga jatuh ke laut saat melaut di Perairan Jepara, Selasa (10/4/2018) dinihari.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian meninggalnya korban yang berusia 32 tahun ini berawal saat korban yang telah selesai menjaring ikan hendak menaruh karung plastik dengan cara melempar ke atap rumah kapal. Namun nasib malang menimpa Suraji, tangan kanannya menyentuh lampu galaksi. Lantaran saat itu, kondisi badan korban basah, Suraji akhirnya kesetrum.

Sontak kejadian itu langsung menggemparkan kru kapal lainnya. Dua temannya, Jumari dan Ghofur, berteriak meminta tolong. Daruji, pemilik kapal Arta Jaya Kebloran yang juga berada di kapal itu lalu memberikan pertolongan. Daruji pun ikut keseterum, hingga keduanya tercebur ke laut.

INFO lain :  Dana Desa Cair, Kapolsek Karanganyar Ingatkan Tidak Dikorupsi

Kapolsek Kragan AKP Mohammad Mansur, saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan, dari penyelidikan, ABK yang lain lantas menolong kedua korban yang tercebut ke laut. Namun sayang, nyawa Suraji tak dapat ditolong saat dalam perjalanan ke rumah sakit Jepara.

INFO lain :  Selfie di Curug, Mahasiswa ITT Telkom Purwokerto Tewas Terjatuh

“Sempat dibawa ke tepian untuk dilarikan ke rumah sakit di Jepara, tapi di perjalanan, (Suraji) sudah meninggal dunia,” katanya.

Lebih lanjut, Mansur menyampaikan, korban yang meninggal dunia dipulangkan lewat jalur laut dengan kapal yang sama. Kapal dan jenazah korban tiba di dermaga TPI Karanganyar Kragan sekitar pukul 10.15 WIB. Setelah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas dan Kepala Desa Kebloran, polisi bersama tim medis lalu membawa jenazah Suraji ke Puskesmas Kragan I. Namun hanya dilakukan visum luar.

INFO lain :  Pelaku Pembunuhan Sadis di Magelang Diciduk Polisi

Menurut Kapolsek, pihak keluarga menolak autopsi terhadap jenazah korban. Keluarga menyatakan menerima bahwa kejadian tersebut sebagai musibah. Selebihnya meminta agar jenazah segera dimakamkan.

“Dari kejadian ini, kami berharap kepada nelayan agar lebih berhati-hati ketika melaut. Tidak hanya menyangkut setrum di kapal, tetapi juga terkait dengan kewaspadaan terhadap cuaca saat melaut,” pungkasnya.(edi)