Tegal – Sebanyak 64.580 kartu tani dibagikan ke petani di Kabupaten Tegal. Jumlah itu baru 74 persen dari total alokasi kartu tani yang akan dibagikan pada tahun ini.
“Sudah sekitar 74,47 persen. Sedangkan yang belum 12,37 persen atau sekitar 10.734. Semoga dalam waktu dekat ini dapat dibagikan semua,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal Khofifah dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Bupati Tegal, Jumat (6/4/2018).
Diungkapkannya, data itu diperoleh berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Pertanian Indonesia (SIMPI) 2017 untuk alokasi tahun 2018. sekitar 64 ribu kartu itu sudah tercetak di BRI Cabang Slawi dan Tegal.
Kartu tani yang sudah diterima petani bisa digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi. Sebagai alat transaksi berupa kartu debit, penerapan transaksinya menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC). Alat itu udah tersebar di 188 kios pupuk atau pengecer yang ada di Kabupaten Tegal.
Jumlah kios dengan mesin EDC tersebut, menurut Khofifah sebenarnya masih kurang dua untuk ditempatkan di kios pupuk komoditas tebu di Kecamatan Tarub dan Balapulang.Untuk transaksi pupuk bersubsidi dengan menggunakan kartu tani ini sendiri sudah mulai berjalan.
Realisasi transaksi pupuk jenis urea kini sudah mencapai 1,11 persen, SP-ZA 0,34 persen, NPK 0,60 persen, dan pupuk organik 0,19 persen. “Realisasi itu terhitung sejak 3 April 2018,” katanya. edi
















