Luapan air di Sungai Pemali yang naik ke zona merah.
Brebes (Infoplus) – Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Brebes pada Minggu malam (11/2) hingga Senin pagi (12/2) pagi menyebabkan permukaan Sungai Pemali meluap. Permukaan air naik pada zona merah atau berstatus waspada.
Luapan sungai terjadi di beberapa titik tanggul Pemali. Diantaranya tanggul Pemali di Desa Kedung Tukang Kecamatan Jatibarang, Desa Tengki dan Desa Terlangu Kecamatan Brebes, serta tanggul di Desa Sisalam dan Jagalempeni Kecamatan Wanasari.
Sementara itu, akibat banjir itu diinformasikan, dua orang tewas, seorang bocah dan pria dewasa. Korban bocah, Khoerunisa binti Darjo, 12 tahun pelajar warga Dukuh Bayur Desa Bojong RT 13/ RW 03 Kecamatan Jatibarang.
Korban dilaporkan meninggal, saat bermain di samping rumah. Korban tidak menyadari ada selokan lalu korban tergelincir masuk selokan. Korban yang tidak bisa berenang tenggelam dan terseret banjir. Kl
Korban diperkirakan tenggelam sekitar pukul 08.00 WIB dan baru ditemukan pukul 08.30 WIB. Pihak keluarga korban sempat berusaha membawa korban ke puskesma. Sayang, korban diketahui tewas sebelum sampai di Puskesmas Klikiran.
Korban kedua atasnama Pendi (35) warga Desa Tengki Kecamatan Brebes. Pendi meninggal dunia setelah mencoba membetulkan gorong-gorong sungai Pemali yang mengarah ke sawah penduduk.
Namun naas, baru saja turun ke air, Pendi malah tersedot ke gorong-gorong tersebut, hingga akhirnya setelah ditemukan korban sudah tewas.
Selain air menggenangi ribuan pemukiman penduduk di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Brebes, Kecamatan Jatibarang dang Kecamatan Wanasari. Banjir juga menggenangi persawahan dan sejumlah badan jalan.
Kondisi itu menjadikan arus laluintas kendaraan roda empat maupun roda dua, seperti di jalan Brebes – Jatibarang dan Pebatan Wanasari – Rengaspendawa Larangan teganggu. Banjir juga menggenangi persawahan di Desa Wansari Kecamatan Wanasari aikbat meluapnya sungai Pemali.edi
















