Baru 121 Perguruan Tnggi yang Memiliki LSP

oleh

INFOPlus – Dari sekitar 4.200 perguruan tinggi negeri dan swasta di Tanah Air , hingga saat ini hanya 121  yang sudah mengeluarkan sertifikasi profesi bagi para lulusannya.  Itu pun hampir seluruhnya perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta yang sudah ternama. Oleh sebab itu, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BSNP)  akan terus mendorong perguruan tinggi mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) agar lulusan memiliki nilai lebih saat memasuki dunia kerja.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi Sertifikasi BNSP Afrizal Tatang saat menjadi pembicara dalam Bimbingan Teknis Penyusunan Skema Sertifikasi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di kampus II Jl Sriwijaya Semarang, kemarin. Kegiatan dibuka oleh Rektor UPGRIS Muhdi dan dihadiri para pejabat kampus, serta para dosen yang akan menjadi asesor LSP UPGRIS.

Menurut Tatang sertisifikasi profesi sangat dibutuhkan dunia kerja saat ini. Terlebih dalam persaingan saat ini, semuanya memerlukan bekal sertifikasi profesi ketika akan memasuki dunia kerja. ”Bahkan, bagi calon pekerja dengan bidang keahlian yang sudah tersertifikasi memiliki posisi tawar lebih tinggi pada pendapatannya dibanding yang belum,” jelasnya.

Meski demikian, menurut dia, memang tidak mudah bagi perguruan tinggi untuk mendirikan LSP. Perlu biaya dan sarana prasarana yang kuat. ”Namun untuk meningkatkan kualitas lulusan, keberadaan LSP di kampus sangat mendesak,” jelasnya.

Ia menyebutkan ada tiga lembaga yang  dapat mengeluarkan sertifikasi profesi, yaitu perguruan tinggi yang disebut sebagai LSP P1, asosiasi profesi atau yang disebut LSP P2, dan dunia industri atau yang disebut LSP P3. ”PT sebagai LSP P1 sudah harus memenuhi kebutuhan tersebut, bila  ingin menyempurnakan para lulusannya tidak hanya dengan sertifikasi akademik (ijazah) tetapi juga dengan sertifikasi profesi,” jelasnya.

Rektor UPGRIS Muhdi menyatakan, pihaknya saat ini terus mempersiapkan pendirian LSP, mulai dari sarana dan prasarana termasuk pelatihan bagi para asesor yang akan menjadi tim penguji. UPGRIS yang memiliki 26 skema yang akan diajukan dari 21 progran studi.  ”Bimbingan teknis ini merupakan yang kali ke 2 diharapkan pada Januari 2017 persiapan  LSP bisa berdiri,” jelasnya.

Jika sudah terealisasi ia menambahkan, UPGRIS akan menjadi satu-satunya universitas swasta di Jateng yang sudah memiliki LSP. Berbagai persiapan pun sudah dilakukan dan saat ini sudah hampir final.

”Kami memahami harus menyiapkan lulusan perguruan tinggi untuk bersaing di lapangan kerja, maka dari itu  pendirian LSP yang menjadi hal yang penting.”
Selama ini, kata dia sering tidak ada link and match antara PTN dengan industri. Salah satunya karena putusnya komunikasi. ”LSP ini akan menjembatani komunikasi ini,” kata Rektor.

Sumber : Suara Merdeka