Menteri Koordinator bidang Maritim Rizal Ramli Baru beberapa hari menjabat sudah mendapat teguran dari Presiden Joko Widodo.
Presiden Jokowi menegur Rizal Ramli karena telah mengkritik rencana Garuda Indonesia membeli pesawat Airbus A350. “Presiden waktu itu sudah menegur, menelepon Pak Rizal Ramli yang mempermasalahkan pengadaan pesawat,” kata Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki di Istana Merdeka, Senin 14 Agustus 2015.
Menurut Teten, Jokowi menyampaikan bahwa jika para menteri ingin mengkoreksi kebijakan pemerintah, hendaknya dibicarakan secara internal. Bukan diumbar ke media karena akan menimbulkan kebingungan masyarakat. “Itu kan baru letter of intent,” kata Teten.
Selain itu, Presiden juga menekankan kritik antar menteri seharusnya tidak disampaikan lewat media karena hanya akan menimbulkan kegaduhan. “Kan bisa bertemu,” kata Teten. Apalagi saat ini pemerintah tengah berupaya menarik investasi. Maka, pemerintahan harus terlihat solid dan kompak.
tentang pembelian 30 unit pesawat Garuda Indonesia. Rizal Ramli menyampaikan bahwa rencana pembelian 30 unit pesawat Garuda Indonesia harus ditunda terlebih dahulu. Alasannya ialah tak ingin pihak Garuda bangkrut. Maskapai ini dikabarkan telah memiliki hutang sebedar US$ 44.5 miliar untuk membawa pesawat Airbus A350 asal Perancis itu.
Rizal juga menambahkan bahwa penggunaan pesawat tersebut hanya cocok untuk penerbangan tujuan Amerika dan Eropa saja. Namun ternyata tingkat keseriusan para penumpang Garuda Indonesia pada rute tersebut ditaksir hanya sebesar 30 persen saja.
Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menyatakan Rizal yang dinilai kelewat batas dan mencampuri urusan kementerian lain. Alasannya Kementerian BUMN tidak di bawah Menteri Koordinator bidang Maritim, melainkan berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Perekonomian. “Jangan ada yang mencampuri Garuda di luar Kemenko Perekonomian,” kata Rini.
















