Dugaan Keterlibatan Taufik Kurniawan Wakil Ketua DPR RI di Korupsi Kebumen

oleh

Semarang – M Yahya Fuad, Bupati Kebumen nonaktif pernah mengungkapkan adanya setoran uang hasil ijon/ fee proyek di Kebumen ke sejumlah pihak terkait. Salah satunya untuk Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan sebesar total Rp 3,7 miliar.

Uang itu diberikannnya sebagai biaya ‘senggekan’ anggaran proyek fisik jalan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen.

Hal itu diungkapkan Yahya Fuad dalam persidangan saat diperiksa sebagai saksi atas perkara terdakwa Khayub M Lutfi di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (4/7/2018) lalu. Yahya mengakui Rp 3,7 miliar itu sebagian dari Rp 5 miliar yang dijanjikannnya ke politikus PAN itu. Uang diberikan atas hasil lobi dan turunnya anggaran DAK untuk Kebumen sebesar sekitar 96 miliar.

INFO lain :  Perampokan dan Pembunuhan Sopir Grab Diungkap * Pelaku Masih Bawah Umur, Akui Butuh Bayar SPP

“Dua kali kami ketemu Taufik Kurniawan, Wakil Ketua DPR RI di ruang kerjanya dan di Semarang. Dia menawari dana DAK untuk Kebumen bidang jalan Rp 100 miliar. Tapi, dikatakan tidak gratis untuk mendapatkannya. Ada kewajiban yang diberikan ke sebesar 5 persen,” ungkap Yahya dalam sidang dipimpin hakim Antonius Widijantono.

Atas kesepakatan itu, dua kali secara tunai uang diakui Yahya diberikan ke Taufik lewat anak buahnya bernama Antok di Hotel Gumaya, Semarang.

“Saya minta Sekda (adi Pandoyo/ terpidana perkara terkait) memberi ke Taufik di Gumaya Semarang Rp 2,1 miliar. Di Gumaya ketemu dengan orangnya Pak Taufik. Kami sudah komunikasi dengan Pak Taufik. Nama, tempat, nomor telepon. Orangnya namanya Antok. Setelah itu (terima uang) dia telepon  saya. Uang sudah sampai,” ungkap Yahya saat menjawab pertanyaan jaksa KPK.

INFO lain :  Suntik Tabung Gas LPG Ilegal, Warga Semarang Dijerat 3 Pasal Berlapis

Kedua, penyerahan dilakukan Hojin Ansori (terdakwa perkara terkait/ tim suksesnya) sebesar Rp 1,650 miliar.

“Dari Hojin Rp 1,650 miliar diserahkan ke orang yang sama, Antok. Jika 5 persen dari Rp 96 miliar (anggaran DAK) masih kurang Rp 1,5 an miliar,” kata Yahya mengaku, kekurangan itu belum sempat diberikan karena terlanjut Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Diakui Yahya, bupati periode terpilih 2016-2021 itu, pertemuan digelar Mei dan Juni langsung denga Taufik di Jakarta dan Semarang.

INFO lain :  Penggantian Pelat Nomor Putih Tidak Ada Persyaratan Khusus

“Kami ketemu langsung dalam pertemuan dia bilang ada dana jalan tapi harus bayar 5 persen. Secara jelas dan langsung diminta,” kata dia mengaku terpaksa demi pembangunan Kebumen.

Usai terjadi kesepakatan, pihaknya sanggup dan memberikan 5 persen ke Taufik dari uang yang dihimpun Timsesnya (Hojin) dari sejumlah kontraktor sebagai dana senggekan. Kepada para kontraktor, Yahya dan tim meminta ijon/ fee 7 persen.

“Akhirnya disepakati 7 persen. Lima persen untuk pusat yang dua persen untuk Bilung (Bina Lingkungan). Dari Rp 100 miliar yang ditawarkan, hanya disetujui sekitar Rp 96 miliar. Itu saja belum cair,” kata dia.