Dugaan Keterlibatan Taufik Kurniawan Wakil Ketua DPR RI di Korupsi Kebumen

oleh

Atas anggaran itu, Yahya dan timsesnya memploating untuk sejumlah pihak. Khayub M Lutfi Rp 30 miliar, Hojin Ansori Rp 30 persen dan sisanya untuk Tradha Group (perusahaan milik Yahya Fuad).

Tak hanya untuk Taufik Kurniawan, kata dia, pemberian uang lewat timnya juga dilakukan terhadap Muspida di Jateng dan Kebumen dalam program Bilung.

“Ke Kapolres, Kajari dikasih uang. Maksudnya agar kondusif pemerintahannya,” kata Yahya yang diperiksa bersama saksi Hojin Ansori, Budi Sugiyanto, Ebung, Adi Sulistiyono dan saksi Miftahul Ulum.

Pemberian itu tercatat dalam data laporan berkode.

“Pengeluaran Bilung tertulis dengan kode diantaranya Sda, Apotek, Kembaran. Kembaran menujuk ke Polres, karena daerahnya kembaran. Sda ke kejaksaan, karena depan dinas. Apotek untuk Sekda,” kata Yahya mengaku ijon/ fee proyek lazim terjadi jauh sebelum dia menjabat mengaku setahun pungutan Bilung dari kontraktor mencapai Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar.

INFO lain :  Perampokan dan Pembunuhan Sopir Grab Diungkap * Pelaku Masih Bawah Umur, Akui Butuh Bayar SPP

Sementara Hojin Ansori yang turut diperiksa membenarkan adanya penyerahan Rp 1,6 miliar ke Antok untuk Taufik Kurniawan. DIa juga mengaku pernah memberi uang Bilung untuk Kapolres Kebumen, AKBP Alphen Rp 250 juta.

“Bilung untuk Muspida. Pernah beri Kapolres AKBP Alphen Rp 250 juta. Saat setor ke Gumaya totalnya 1,650 miliar, sebelum lebaran. Saya sempat nambahi Rp 450 juta pribadi untuk Muspida di provinsi. Saya baru tahu Rp 1,6 miliar itu untuk Taufik Kurniawan setelah kami menjadi tersangka. Sebelumnya Pak Fuad tak mengungkapkannya,” kata dia.

INFO lain :  Suntik Tabung Gas LPG Ilegal, Warga Semarang Dijerat 3 Pasal Berlapis

Kepada wartawan ditemui usai sidang, yahya Fuad menyatakan, keterangannyanya itu diberikan sesuai fakta. Sementara terhadap sejumlah pihak yang disebut terlibat, ia menyerahkan penegak hukum mengusutnya.

“Saya akui saya keliru. Tapi itu dalam rangka pembangunan dan kondusifitas daerah. Kami berharap ada keadilan,” kata Yahya menanggapi pelaku lain yang menerima aliran uang.

Dugaan korupsi suap jual beli proyek di Kebumen menyeret Khayub M Lutfi, kontraktor sekaligus rival Yahya Fuad saat Pilkada. Selain dia, Yahya Fuad, Hojin Ansori dan Dia Lestari Pertiwi Subekti (anggota DPRD Kebumen) juga disidang. Sebelum mereka, telah disidang dan telah dijatuhi pidana, Sekda Kebumen, Ketua Komisi A DPRD Kebumen dan dua kontraktor dalam perkara terkait.

INFO lain :  Penggantian Pelat Nomor Putih Tidak Ada Persyaratan Khusus

Dalam perkara itu, nama Rukma Setyabudi, Ketua DPRD Jateng juga disebut terlibat dan menerima Rp 850 juta dari bupati. Uang diserahkan khayub M Lutfi lewat seseorang yang disebut anak buah Rukma di Hotel Gumaya Semarang. Rukma menjadi saksi dalam perkara itu.

“Untuk Taufik Kurniawan dalam berkas perkara ini saya tidak melihat dia menjadi saksi. Tapi untuk Rukma Setyabudi ada sebagai saksi Khayub,” kata Fitroh Rohcahyanto.edi