Pemalang – Sebanyak 31.000 kendaraan bermotor di Pemalang diketahui menunggak pajak. Meski begitu, pemerintah setempat mengaku optimis target pencapaian pendapatan dari sektor pajak kendaraan akan tercapai. Diketahui, potensi pajak kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat di Kabupaten Pemalang hingga saat ini sekitar 400.000.
Kepala Unit Pendapatan Daerah Kabupaten Pemalang RM Gunung Wibisono didampingi Kasi Pajak Slamet Indarto mengatakan, pihaknya mengaku optimistis hingga akhir tahun nanti mencapai target. Menurutnya, tunggakan pajak kendaraan bermotor tersebut terhitung dari Januari hingga Juni.
“Tercatat ada 31.000 objek. Sedangkan jumlah persentasi capaian 49,18 persen dari target Rp Rp 94,3 miliar,” kata dia saat membuka gebyar hadiah Samsat 2018, Rabu (11/7/2018).
Berbagai upaya dilakukan untuk menarik wajib pajak, sadar membayar. Salah satunya dengan perpanjangan Gebyar Hadiah Samsat 2018. Semula batas awalnya hanya sampai 10 Juli, diperpanjang menjadi 31 Oktober.
“Diharapkan wajib pajak yang PKB-nya jatuh tempo pada Desember masih bisa mengikuti undian. Sesuai aturan pajak tersebut dapat dibayar 60 hari sebelumnya,” katanya.
Selain perpanjangan Gebyar Hadiah Samsat, sejumlah terobosan juga terus dilakukan antara lain dengan pelayanan jemput bola, peningkatan sosialisasi, hingga menggandeng pihak ketiga untuk memberitahukan secara langsung dari pintu ke pintu terhadap wajib pajak tanpa melakukan penagihan.
Diantaranya termasuk menambah titik pelayanan seperti di area car free day (CFD), pelayanan di desa-desa dan menambah razia gabungan. Sehingga meskipun saat ini pencapaian baru menginjak angka 49,18 persen, pada akhir tahun diharapkan mencapai 100 persen.(edit)
















