BI Dorong Biochar untuk Perkuat Pertanian Jateng di Tengah Krisis Iklim

oleh

SEMARANG,INFOPlus— Bank Indonesia (BI) mendorong penerapan teknologi biochar sebagai bagian dari pertanian berkelanjutan untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata di Jawa Tengah.
Inisiatif ini dituangkan melalui peluncuran pedoman model bisnis pertanian berbasis teknologi pertanian cerdas iklim.

Hal itu diungkapkan Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Kurniawan Agung pada acara peluncuran buku Pedoman Implementasi Model Bisnis Pertanian Berkelanjutan berbasis Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA)-Biochar untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi,Senin(9/2) di Semarang

Ia mengatakan perubahan iklim telah berdampak langsung terhadap sektor pertanian, mulai dari cuaca ekstrem, ancaman rob di wilayah pesisir Pantura, hingga penyusutan lahan produktif. Kondisi tersebut dinilai berkontribusi terhadap melambatnya pertumbuhan produksi padi di daerah lumbung pangan nasional.

INFO lain :  Kapal Polisi Terbakar. Dua Anggota Jadi Korban

Menurutnya, teknologi pertanian cerdas iklim dipilih karena mampu menjawab tiga tantangan sekaligus, yakni meningkatkan produktivitas, memperkuat adaptasi terhadap perubahan iklim, serta menurunkan emisi gas rumah kaca.
“Tujuannya bukan hanya menjaga produksi, tetapi juga keberlanjutan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Biochar menjadi inovasi utama dalam model ini. Bahan tersebut terbukti mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Dalam jangka panjang, penggunaan biochar dinilai dapat menekan biaya produksi petani.

INFO lain :  Kisah Jaka Tarub Melegenda di Air Terjun Ini

Kurniawan menjelaskan, biochar dapat diproduksi secara mandiri oleh kelompok tani dengan memanfaatkan limbah pertanian seperti sekam padi dan bonggol jagung. Dengan demikian, limbah memiliki nilai tambah dan pertanian menjadi lebih efisien serta ramah lingkungan.

Sejak tahun lalu, BI bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, dan sejumlah perguruan tinggi telah melakukan uji coba model bisnis biochar di beberapa daerah. Tahun ini, penerapannya diperluas untuk menguji efektivitas pada berbagai komoditas pangan.

INFO lain :  Penerimaan Pajak Kanwil DJP Jateng I Capai Rp20 Triliun

Selain mendukung ketahanan pangan, keterlibatan BI juga diarahkan untuk menjaga stabilitas harga pangan yang berpengaruh terhadap inflasi. Untuk itu, BI menyiapkan insentif kebijakan agar perbankan lebih aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor pertanian berkelanjutan.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan Kemenko Pangan, Kus Prisetiahadi, menilai biochar dan teknologi hijau lainnya menjadi solusi penting di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan.